Penyiraman yang berlebihan menjadi pemicu utama drainase buruk dan pembusukan akar ciplukan. Pada musim kemarau, ciplukan membutuhkan penyiraman sebanyak 1 kali sehari dengan volume sekitar 500 ml per tanaman pada pagi hari. Sebaliknya, saat musim hujan, penyiraman harus dikurangi menjadi 2 sampai 3 hari sekali atau dihentikan sama sekali jika tanah media tanam masih lembap, untuk menjaga tingkat keasaman tanah tetap ideal pada pH 6.0 sampai 6.8.
Defisiensi unsur hara nitrogen juga ditandai dengan daun ciplukan kuning yang dimulai dari daun tua bagian bawah. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi, berikan pupuk kompos matang sebanyak 1 sampai 2 kg per lubang tanam saat pengolahan tanah. Tambahkan pupuk susulan NPK seimbang sebanyak 5 gram per tanaman yang dilarutkan dalam air setiap 14 hari sekali selama fase vegetatif hingga awal pembentukan buah.
Pengendalian hama dan penyakit tanaman ciplukan harus dilakukan secara berkala untuk mencegah penularan virus mosaik. Lakukan pemangkasan pada daun yang menguning parah sebanyak 2 kali seminggu untuk menjaga sirkulasi udara di sekitar tajuk tanaman. Semprotkan pestisida nabati berbasis minyak mimba atau air rebusan daun tembakau secara rutin setiap 7 hari sekali pada sore hari untuk mengendalikan vektor kutu daun.