Faktor utama kegagalan pembuahan ini sering kali dipicu oleh ketidakseimbangan pemberian unsur hara. Pemberian pupuk kaya nitrogen secara berlebihan, misalnya dosis tinggi setiap bulan tanpa diimbangi unsur fosfor dan kalium, akan memacu pertumbuhan vegetatif secara agresif. Untuk memicu peralihan dari fase vegetatif ke fase generatif pada awal musim kemarau, tanaman membutuhkan asupan unsur fosfor dan kalium yang diaplikasikan secara teratur setiap 3 hingga 4 minggu sekali.
Intensitas pencahayaan matahari juga memegang peran vital dalam merangsang pembungaan kedondong. Tanaman ini membutuhkan paparan sinar matahari langsung setidaknya 6 hingga 8 jam per hari. Apabila kedondong tertutup oleh tajuk pohon besar di sekitarnya atau terhalang bangunan sehingga hanya menerima sinar matahari kurang dari 4 jam harian, proses fotosintesis tidak akan cukup untuk menimbun karbohidrat yang dibutuhkan dalam pembentukan bakal bunga.
Selain cahaya dan pemupukan, pemangkasan pemeliharaan yang terabaikan menjadi penyebab terselubung lainnya. Tanpa pemangkasan tajuk yang teratur minimal 2 kali dalam setahun, bagian dalam piringan tajuk akan menjadi terlalu rimbun dan lembap. Kondisi ini tidak hanya menghambat sirkulasi udara dan masuknya sinar matahari, tetapi juga mengundang hama perusak calon bunga sehingga pembungaan gagal terbentuk atau selalu gugur sebelum menjadi pentil buah.