Serangan hama sangat dipengaruhi oleh dinamika musim di wilayah tropis. Pada awal musim hujan saat trubus (pucuk muda) bermunculan, larva kumbang daun dapat melahap habis helai daun dalam waktu 7 hingga 14 hari dan hanya menyisakan tulang daun. Sebaliknya, menjelang akhir musim hujan dan awal musim kemarau, serangan lalat buah meningkat drastis seiring dengan mematangnya buah, sehingga sanitasi kebun harus ditingkatkan menjadi 1 hingga 2 kali seminggu untuk mengumpulkan buah gugur.
Pengendalian secara fisik dan mekanis merupakan langkah paling efektif untuk skala pekarangan maupun kebun komersial. Pembungkusan dompolan buah sebaiknya dilakukan 15 hingga 20 hari setelah pembungaan, tepatnya saat buah baru berukuran sebesar kelereng (diameter 1-2 cm). Selain itu, pemasangan 4 hingga 6 buah perangkap lekat kuning per pohon dewasa dan pemangkasan pemeliharaan tajuk setiap 3 hingga 4 bulan sekali sangat membantu menekan populasi serangga dewasa.
Pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) mengutamakan penggunaan bahan hayati sebelum interaksi kimia sintetis. Aplikasi ekstrak daun mimba atau biji mahoni yang disemprotkan setiap 5 hingga 7 hari sekali efektif menekan larva muda tanpa membunuh musuh alami seperti pemangsa serangga dan predator lokal. Jika tingkat kerusakan tajuk telah melebihi 20 persen, petani disarankan berkonsultasi dengan petugas pertanian setempat untuk menentukan langkah penyemprotan terarah.