Kebutuhan air tanaman kedondong dewasa di lahan terbuka mencapai 15 hingga 20 liter air per penyiraman yang dilakukan 2 hari sekali selama musim kemarau. Untuk kedondong yang ditanam dalam pot atau tabulampot, penyiraman harus ditingkatkan menjadi 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari pukul 07.00 dan sore hari pukul 16.30 dengan volume 3 hingga 5 liter. Penyiraman yang tidak teratur membuat kelembapan media tanam fluktuatif sehingga daun tua menguning dan gugur prematur.
Selain faktor air, pemupukan pada musim kemarau memerlukan perhatian khusus agar klorofil daun tetap terjaga. Pemberian kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 5 hingga 10 kg per piringan pohon setiap 3 bulan sekali sangat disarankan. Tambahkan pupuk NPK seimbang sebanyak 100 hingga 200 gram per pohon umur 2 sampai 3 tahun yang dikocorkan bersama air siraman guna mempercepat penyerapan hara oleh akar di tanah yang kering.
Suhu udara di atas 32 derajat Celsius pada musim kemarau juga memicu serangan hama seperti tungau merah dan kutu daun yang mengisap cairan sel daun kedondong. Sanitasi area sekitar piringan pohon dengan radius minimal 1 meter dari pangkal batang harus dijaga bersih dari gulma. Pemangkasan cabang yang tidak produktif atau terinfeksi perlu dilakukan secara teratur untuk menjaga sirkulasi udara dan intensitas cahaya matahari.