Pemantauan rutin setidaknya 2 kali seminggu pada 10 hingga 15 pohon sampel sangat penting untuk mendeteksi tunas muda yang terinfeksi ulat penderik atau kutu daun sebelum populasi meledak.
Pengendalian hayati dengan memanfaatkan musuh alami seperti kumbang kubah dan pemangkasan sanitasi 1 kali setiap bulan dapat menurunkan populasi hama hingga 40 persen tanpa merusak ekosistem perkebunan.
Jika ambang batas ekonomi tercapai, yaitu lebih dari 20 persen tunas muda rusak, penggunaan pestisida nabati berbahan ekstrak daun mimba atau sabun kalium disemprotkan pagi hari pukul 06.00 hingga 08.00 secara merata.