Penggunaan bibit hasil perbanyakan vegetatif seperti cangkok atau okulasi sangat disarankan karena mampu berbuah lebih cepat dalam waktu 8 hingga 12 bulan dibandingkan bibit dari biji yang membutuhkan waktu 3 hingga 4 tahun. Jarak tanam ideal di kebun adalah 4 x 4 meter atau 5 x 5 meter agar sirkulasi udara lancar dan tajuk tanaman mendapatkan cahaya merata. Saat menanam pada awal musim hujan, pastikan titik pertautan okulasi berada sekitar 5 hingga 10 cm di atas permukaan tanah untuk mencegah pembusukan pangkal batang.
Perawatan rutin melibatkan penyiraman sebanyak 1 kali sehari pada musim hujan atau 2 kali sehari saat musim kemarau tajam, dengan memastikan drainase tanah berjalan baik tanpa menggenang. Pemupukan susulan dilakukan setiap 3 bulan sekali menggunakan pupuk organik sebanyak 5 kg per pohon yang dikombinasikan dengan pemangkasan tunas air serta dahan yang sakit atau saling bersilangan. Pemangkasan bentuk ini penting untuk merangsang munculnya bunga baru dan menjaga postur pohon tetap pendek sehingga memudahkan perawatan.
Buah jeruk nipis siap dipanen ketika kulit buah berwarna hijau tua mengkilap dengan tekstur agak lunak saat ditekan sedikit, biasanya berumur 4 hingga 5 bulan setelah bunga mekar. Potong tangkai buah menggunakan gunting pangkas bersih agar tidak merusak dahan utama. Dalam satu tahun, satu pohon jeruk nipis dewasa yang terawat baik mampu menghasilkan 20 hingga 40 kg buah segar secara bertahap sepanjang tahun.