Pada musim hujan dengan curah tinggi, penyebab utama daun menguning adalah sistem drainase media tanam yang buruk. Air yang tergenang di area perakaran selama lebih dari 24 jam menyebabkan akar kekurangan oksigen dan membusuk, sehingga kemampuan menyerap nutrisi terhenti. Sebaliknya, pada musim kemarau, penguapan yang tinggi tanpa imbangan penyiraman rutin 1 sampai 2 kali sehari membuat tanaman mengalami dehidrasi kronis dan memicu daun tua menguning lalu mengering.
Faktor nutrisi dan tingkat keasaman tanah juga memegang peranan penting dalam menjaga kesegaran daun arbei. Arbei menghendaki pH media tanam ideal antara 5,5 hingga 6,5; jika pH terlalu asam atau terlalu tinggi, penyerapan unsur hara makro seperti nitrogen dan hara mikro seperti zat besi akan terhambat. Pemupukan organik menggunakan kompos matang atau kasgot sebanyak 100 sampai 150 gram per pot setiap bulan dapat menjaga kestabilan nutrisi tanah secara berkelanjutan.
Selain faktor lingkungan dan hara, serangan hama penghisap cairan seperti tungau merah dan kutu daun sering kali menyebabkan daun arbei tampak menguning berbintik-bintik. Sanitasi kebun yang rutin dengan membersihkan daun-daun tua yang menempel di media tanah dapat meningkatkan sirkulasi udara hingga 70 persen. Pengawasan berkala setiap 3 hari sekali sangat dianjurkan agar serangan hama atau jamur dapat terdeteksi sebelum merusak seluruh rumpun tanaman.