Pemupukan rutin dilakukan setiap 2 minggu sekali menggunakan kompos matang atau pupuk organik cair sebanyak 200 hingga 300 gram per pot untuk menjaga ketersediaan hara makro dan mikro. Pada saat tanaman memasuki fase generatif atau pembentukan bunga, penambahan pupuk kaya kalium dan fosfor sangat disarankan guna merangsang pembentukan buah yang manis dan berukuran optimal.
Pengairan tanaman arbei harus disesuaikan dengan kondisi cuaca harian setempat. Pada musim kemarau, penyiraman dilakukan 1 sampai 2 kali sehari setiap pagi sebelum jam 09.00 dan sore hari jam 16.00, sedangkan pada musim hujan penyiraman cukup dilakukan saat permukaan tanah bagian atas mulai mengering setebal 2 cm untuk mencegah pembusukan akar.
Penyiangan gulma dan pemangkasan sulur berlebih perlu dilakukan secara berkala 1 bulan sekali. Pemangkasan daun-daun tua yang menguning serta pembersihan sisa sisa tanaman yang membusuk membantu memfokuskan sirkulasi nutrisi pada pembentukan tajuk rimbun serta merangsang pembuangan bunga secara berkelanjutan sepanjang tahun.