Menentukan waktu panen lai yang presisi sangat penting karena buah yang dipetik terlalu dini tidak akan matang dengan sempurna. Umur buah lai siap panen berkisar antara 100 hingga 120 hari (sekitar 3,5 sampai 4 bulan) setelah bunga mekar sempurna. Secara visual, tanda kematangan ditandai oleh perubahan warna duri dari hijau pekat menjadi hijau kekuningan atau kecokelatan, alur antar duri yang semakin melebar, serta aroma khas lai yang mulai tercium lembut dari jarak 30 hingga 50 cm.
Berbeda dengan beberapa jenis durian yang langsung jatuh saat matang pohon, buah lai memiliki daya rekat tangkai yang lebih kuat sehingga pemetikan langsung sangat dianjurkan. Pemanenan dilakukan dengan memotong tangkai buah menyisakan panjang 3 hingga 5 cm menggunakan pisau tajam yang bersih. Jika pohon terlalu tinggi, pemasangan jaring penampung berbahan nilon pada ketinggian 1 hingga 2 meter di atas permukaan tanah efektif mencegah buah rusak akibat benturan.
Penanganan pascapanen harus dilakukan secara hati-hati untuk mempertahankan kesegaran daging buah yang pulen dan gurih. Letakkan buah lai yang telah dipanen di ruang beratap dengan suhu lingkungan 25 hingga 28 derajat Celsius serta sirkulasi udara yang lancar. Buah yang dipetik pada tingkat kematangan 85 hingga 90 persen akan siap dikonsumsi dalam waktu 2 hingga 4 hari dan mampu bertahan hingga 7 sampai 10 hari penyimpanan.