Panduan Lengkap Cara dan Waktu Panen Lai yang Tepat

Panen lai (Durio kutejensis) paling tepat dilakukan saat buah berumur 110 hingga 120 hari setelah mekar bunga dengan cara memotong tangkai atau menampung buah jatuh agar kualitas daging buah tetap prima.

Jawaban singkat

Tanaman lai (Durio kutejensis) merupakan kerabat dekat durian yang kaya akan beta-karoten dan memiliki keunggulan daging buah berwarna oranye cerah dengan aroma yang lebih lembut. Tanaman yang dibudidayakan dari bibit okulasi biasanya mulai berbuah pada umur 4 hingga 6 tahun. Di berbagai wilayah Indonesia seperti Kalimantan dan Sumatra, puncak musim panen lai umumnya terjadi pada pertengahan musim hujan, antara bulan Januari hingga Maret.

Ringkas: Lai

Cahaya
Sinar matahari penuh sepanjang hari (8-10 jam per hari)
Penyiraman
Sedang, siram 20 liter setiap 2 hari saat kemarau
Musim
Sepanjang tahun (penanaman terbaik di awal musim hujan)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Pohon lai membutuhkan drainase tanah yang sangat baik dan tanah kaya bahan organik.

Menentukan waktu panen lai yang presisi sangat penting karena buah yang dipetik terlalu dini tidak akan matang dengan sempurna. Umur buah lai siap panen berkisar antara 100 hingga 120 hari (sekitar 3,5 sampai 4 bulan) setelah bunga mekar sempurna. Secara visual, tanda kematangan ditandai oleh perubahan warna duri dari hijau pekat menjadi hijau kekuningan atau kecokelatan, alur antar duri yang semakin melebar, serta aroma khas lai yang mulai tercium lembut dari jarak 30 hingga 50 cm.

Berbeda dengan beberapa jenis durian yang langsung jatuh saat matang pohon, buah lai memiliki daya rekat tangkai yang lebih kuat sehingga pemetikan langsung sangat dianjurkan. Pemanenan dilakukan dengan memotong tangkai buah menyisakan panjang 3 hingga 5 cm menggunakan pisau tajam yang bersih. Jika pohon terlalu tinggi, pemasangan jaring penampung berbahan nilon pada ketinggian 1 hingga 2 meter di atas permukaan tanah efektif mencegah buah rusak akibat benturan.

Penanganan pascapanen harus dilakukan secara hati-hati untuk mempertahankan kesegaran daging buah yang pulen dan gurih. Letakkan buah lai yang telah dipanen di ruang beratap dengan suhu lingkungan 25 hingga 28 derajat Celsius serta sirkulasi udara yang lancar. Buah yang dipetik pada tingkat kematangan 85 hingga 90 persen akan siap dikonsumsi dalam waktu 2 hingga 4 hari dan mampu bertahan hingga 7 sampai 10 hari penyimpanan.

Langkah-langkah

  1. Catat dan tandai tanggal saat bunga lai mekar sempurna untuk menghitung perkiraan umur panen 110 hingga 120 hari.
  2. Amati ciri fisik buah di pohon, pastikan warna duri berubah menjadi hijau kekuningan dan alur antar duri terlihat lebih merenggang.
  3. Potong tangkai buah menggunakan gergaji kecil atau pisau okulasi tajam dengan menyisakan tangkai sepanjang 3 hingga 5 cm.
  4. Turunkan buah secara perlahan menggunakan keranjang berdinding kain yang terikat tali, atau kumpulkan dari jaring penampung di bawah pohon.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah buah lai yang dipetik muda bisa diperam sampai matang?

Buah lai yang dipetik sebelum umur 100 hari (terlalu muda) tidak bisa matang dengan sempurna. Teksturnya akan tetap keras dan rasanya hambar.

Mengapa buah lai harus dipetik dan tidak ditunggu jatuh sendiri?

Tangkai buah lai relatif kokoh. Jika ditunggu jatuh sendiri, ada risiko buah terlalu matang (lewat matang) di pohon atau pecah saat menghantam tanah.

Berapa lama daya simpan buah lai setelah dipanen?

Buah lai yang dipetik pada tingkat kematangan tepat dapat bertahan 7 hingga 10 hari pada suhu ruang berfentilasi baik.

Apa tanda utama buah lai siap dikonsumsi setelah diperam?

Aroma harum khas lai tercium makin kuat dan apabila bagian garis alur buah ditekan sedikit dengan jari terasa agak lentur.

Lebih lanjut tentang Lai

Panduan terkait

Panen, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.