Penyiraman menjadi kunci utama kelangsungan hidup lai, terutama saat memasuki musim kemarau yang panjang. Siram tanaman lai muda sebanyak 10-15 liter air per pohon, dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Sebaliknya, saat memasuki puncak musim hujan, pastikan saluran drainase di sekeliling piringan pohon berfungsi dengan baik agar air tidak tergenang dan memicu pembusukan akar.
Pemupukan berkala sangat menentukan kesuburan dan pembentukan tajuk yang rimbun. Berikan pupuk kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 15-20 kg per pohon setiap 6 bulan sekali, yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Pada fase vegetatif, tambahkan pupuk NPK seimbang sebanyak 250-500 gram per pohon setiap 3 bulan sekali dengan cara dibenamkan dalam parit melingkar di bawah tajuk luar.
Pemangkasan bentuk dan pemeliharaan perlu dilakukan sejak pohon berumur 2 tahun untuk membentuk struktur cabang yang kuat. Pangkas tunas air yang tumbuh vertikal dan bersihkan cabang-cabang tua atau kering di bagian dalam tajuk. Saat pohon mulai berbuah di usia 4-5 tahun, lakukan penjarangan buah muda jika terlalu lebat agar kualitas rasa, ukuran buah lai, dan kesehatan pohon tetap terjaga secara berkelanjutan.