Cara Merawat Pohon Lai Agar Subur dan Rajin Berbuah

Merawat pohon lai agar subur memerlukan pemupukan teratur, penyiraman yang pas, serta pemangkasan rutin sesuai siklus musim di Indonesia.

Jawaban singkat

Pohon lai (Durio kutejensis) merupakan kerabat durian khas Kalimantan yang semakin populer ditanam di berbagai wilayah Indonesia. Pada fase awal pertumbuhan (usia 1-2 tahun), bibit lai membutuhkan perlindungan dari terik matahari langsung yang berlebihan. Buatkan peneduh buatan atau tanam tanaman pelindung sementara, serta jaga area sekeliling batang bersih dari gulma radius 1 meter agar penyerapan hara berjalan optimal.

Ringkas: Lai

Cahaya
Sinar matahari penuh sepanjang hari (8-10 jam per hari)
Penyiraman
Sedang, siram 20 liter setiap 2 hari saat kemarau
Musim
Sepanjang tahun (penanaman terbaik di awal musim hujan)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Pohon lai membutuhkan drainase tanah yang sangat baik dan tanah kaya bahan organik.

Penyiraman menjadi kunci utama kelangsungan hidup lai, terutama saat memasuki musim kemarau yang panjang. Siram tanaman lai muda sebanyak 10-15 liter air per pohon, dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Sebaliknya, saat memasuki puncak musim hujan, pastikan saluran drainase di sekeliling piringan pohon berfungsi dengan baik agar air tidak tergenang dan memicu pembusukan akar.

Pemupukan berkala sangat menentukan kesuburan dan pembentukan tajuk yang rimbun. Berikan pupuk kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 15-20 kg per pohon setiap 6 bulan sekali, yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Pada fase vegetatif, tambahkan pupuk NPK seimbang sebanyak 250-500 gram per pohon setiap 3 bulan sekali dengan cara dibenamkan dalam parit melingkar di bawah tajuk luar.

Pemangkasan bentuk dan pemeliharaan perlu dilakukan sejak pohon berumur 2 tahun untuk membentuk struktur cabang yang kuat. Pangkas tunas air yang tumbuh vertikal dan bersihkan cabang-cabang tua atau kering di bagian dalam tajuk. Saat pohon mulai berbuah di usia 4-5 tahun, lakukan penjarangan buah muda jika terlalu lebat agar kualitas rasa, ukuran buah lai, dan kesehatan pohon tetap terjaga secara berkelanjutan.

Langkah-langkah

  1. Pengolahan Piringan dan Penyiangan Gulma: Bersihkan rumput liar dan gulma di sekitar piringan pohon sejauh tajuk terluar secara berkala agar tidak berebut nutrisi.
  2. Pengaturan Penyiraman Sesuai Musim: Siram tanaman 1-2 kali sehari pada musim kemarau dan kurangi frekuensi saat musim hujan tiba untuk mencegah kelembapan berlebih.
  3. Pemupukan Rutin Bertahap: Aplikasikan pupuk organik 15-20 kg dua kali semestaun serta pupuk NPK teratur setiap 3-4 bulan sesuai umur tanaman.
  4. Pemangkasan Tajuk dan Tunas Air: Potong cabang yang saling bersilangan, tunas air, dan kayu mati untuk mengoptimalkan penyerapan sinar matahari.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama pohon lai hasil okulasi mulai berbuah?

Pohon lai dari hasil okulasi atau sambung pucuk umumnya mulai belajar berbuah pada umur 3 hingga 5 tahun jika dirawat secara optimal.

Apakah pohon lai bisa ditanam di luar Pulau Kalimantan?

Bisa, lai dapat tumbuh dan berbuah baik di berbagai wilayah tropis Indonesia lainnya, terutama pada dataran rendah hingga menengah.

Mengapa daun muda lai sering kriting dan berlubang?

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh serangan ulat pemakan daun atau hama perusak tunas muda saat fase trubus; pangkas bagian yang rusak dan jaga kebersihan kebun.

Berapa jarak tanam ideal untuk budidaya lai?

Jarak tanam yang disarankan adalah 10 x 10 meter atau minimal 8 x 10 meter agar tajuk pohon dewasa mendapatkan pencahayaan sempurna.

Lebih lanjut tentang Lai

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.