Salah satu tantangan utama dalam budidaya lai adalah kemunculan penyakit tumpukan air dan pembusukan jaringan batang serta akar yang sering dipicu oleh kelembapan tanah yang terlalu tinggi. Terutama saat musim hujan dengan curah hujan tinggi, jamur patogen tanah berkembang biak dengan cepat menyerang sistem perakaran. Genangan air di sekitar perakaran juga memperparah kondisi ini, membuat tanaman layu dan daun menguning sebelum waktunya.
Untuk mengatasi masalah ini, pekebun harus menerapkan tindakan pencegahan yang ketat melalui pengelolaan drainase yang baik di sekitar kanopi pohon. Pemangkasan rutin pada cabang yang terlalu rimbun juga sangat penting untuk memperlancar sirkulasi udara dan mengurangi kelembapan mikro di tajuk tanaman. Setiap bagian tanaman yang terinfeksi harus segera dipotong dan dimusnahkan agar tidak menularkan spora jamur ke cabang lainnya.
Apabila menggunakan bahan pengendali kimia untuk mengatasi serangan yang parah, selalu baca label kemasan dengan teliti dan konsultasikan dengan petugas penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian setempat. Penggunaan fungisida harus dilakukan secara bijak sesuai anjuran untuk mencegah resistensi patogen dan menjaga kelestarian lingkungan kebun. Kombinasi antara sanitasi kebun yang baik dan pemupukan berimbang adalah kunci utama kesehatan tanaman lai.