Pada musim hujan dengan curah hujan melebihi 2.000 mm per tahun, tanah di sekitar perakaran pohon menteng sering kali mengalami kejenuhan air jika sistem drainase kurang optimal. Genangan air selama lebih dari 3 hari dapat memicu pembusukan akar halus, yang membatasi penyerapan hara mikro dan makro dari tanah. Sebaliknya, pada musim kemarau panjang, kekurangan air menyulitkan translokasi unsur hara seperti nitrogen dan magnesium dari tanah ke tajuk tanaman.
Defisiensi unsur hara nitrogen ditandai dengan menguningnya daun-daun tua secara merata dari ujung hingga pangkal daun, sedangkan defisiensi magnesium memperlihatkan pola kuning di antara tulang daun (klorosis interveinal). Untuk memulihkan kondisi ini, pemberian pupuk organik matang sebanyak 10 hingga 20 kg per pohon setiap 6 bulan sekali menjelang awal musim hujan sangat dianjurkan untuk memperbaiki struktur tanah dan merangsang pembentukan klorofil baru.
Selain faktor lingkungan dan nutrisi, serangan hama pengisap seperti kutu daun dan tungau pada permukaan bawah daun dapat memicu timbulnya bercak kuning lokal yang berlanjut menjadi kering kecokelatan. Pengendalian secara teknis dengan pemangkasan cabang yang terlalu rimbun hingga 15-20% dari total tajuk dapat meningkatkan sirkulasi udara serta penerimaan cahaya matahari, sekaligus meminimalkan kelembapan mikro yang disukai oleh hama.