Hama utama yang paling sering menyerang pucuk merah adalah ulat pemakan daun, kutu loncat pembentuk bintil, dan kutu putih. Serangan ulat dapat menghabiskan 50 persen daun muda dalam waktu kurang dari 7 hari, sementara serangan kutu loncat membuat daun mengeriting dan dipenuhi benjolan hitam. Tanpa tindakan cepat, keasrian pangkasan pucuk merah akan hilang dan tanaman menjadi kerdil.
Pengendalian hama pucuk merah sebaiknya diawali dengan tindakan mekanis berupa pemangkasan daun yang terinfeksi secara berkala setiap 3 hingga 4 minggu sekali. Untuk populasi hama yang masih sedikit, Anda bisa menyemprotkan air bertekanan tinggi atau mengaplikasikan pestisida nabati dari ekstrak daun mimba dan serai wangi seminggu sekali hingga gejala mereda.
Langkah pencegahan jangka panjang melibatkan pemberian pupuk organik cair setiap 2 minggu sekali dan pembersihan gulma di sekitar piringan tanaman seminggu sekali. Menjaga sirkulasi udara dengan jarak tanam minimal 75 sentimeter antarbibit juga efektif menekan kelembapan berlebih yang disukai kutu dan ulat.