Selain masalah penyiraman, drainase tanah yang buruk atau pemadatan media tanam akibat penggunaan tanah liat murni tanpa campuran bahan organik menjadi faktor utama berikutnya. Dalam pot berdiameter 40 cm misalnya, akar pucuk merah membutuhkan sirkulasi udara yang baik; tanah yang terlalu padat membuat akar membusuk dan gagal menyerap unsur hara penting seperti nitrogen dan zat besi, yang ditandai dengan daun menguning secara merata dari bagian bawah.
Serangan hama seperti kutu putih dan tungau merah juga cenderung meningkat pesat pada puncak musim kemarau antara bulan Juli hingga September. Hama pengisap ini menyerap cairan sel dari permukaan bawah daun, menyebabkan pasokan nutrisi terhenti sehingga daun berubah warna menjadi kuning, layu, dan akhirnya gugur berjatuhan dalam hitungan 1 hingga 2 minggu jika tidak segera ditangani.
Langkah pemulihan yang tepat melibatkan pemangkasan rutin 1 kali setiap 4 hingga 6 minggu untuk merangsang pembentukan tunas merah baru, penyiraman teratur sebanyak 2 hingga 5 liter per tanaman per hari tergantung ukuran, serta pemberian pupuk organik atau kompos sebanyak 1 hingga 2 kg per lubang tanam setiap 3 bulan sekali agar struktur tanah tetap gembur.