Pola penyiraman harus disesuaikan dengan kondisi iklim dan musim. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman sebanyak 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari sebelum pukul 09.00 dan sore hari setelah pukul 16.00 dengan volume sekitar 3 hingga 5 liter per tanaman dewasa. Sebaliknya, saat musim hujan, penyiraman dapat dikurangi menjadi 1 kali sehari atau cukup dipastikan agar media tanam tidak tergenang air guna mencegah pembusukan akar.
Pemangkasan merupakan langkah paling krusial dalam perawatan pucuk merah untuk merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru. Lakukan pemangkasan rutin setiap 2 hingga 4 minggu sekali pada bagian ujung ranting yang daunnya sudah mulai berubah warna menjadi hijau tua. Potong sepanjang 5 hingga 10 cm dari pucuk menggunakan gunting stek tajam agar percabangan baru tumbuh lebih padat dan menghasilkan warna merah yang rimbun.
Pemupukan berkala sangat diperlukan untuk menjaga ketersediaan nutrisi tanah. Berikan pupuk organik berupa kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 1 hingga 2 kilogram per tanaman setiap 2 bulan sekali. Selain itu, pemberian pembenah tanah atau pupuk anorganik yang kaya unsur nitrogen dan kalium dapat dilakukan setiap 3 hingga 4 minggu sekali sesuai petunjuk penggunaan untuk menunjang daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit.