Faktor penyiraman yang tidak teratur juga sangat memengaruhi kondisi fisik daun. Penyiraman yang terlalu sedikit, misalnya hanya 1 kali dalam 10 hari saat suhu kemarau mencapai 32 derajat Celsius, akan membuat media tanam sangat kering dan memicu daun mengering serta mengkerut dari bagian tepi. Sebaliknya, penyiraman berlebihan hingga media tergenang dapat membusukkan akar, sehingga akar gagal menyerap air dan daun menunjukkan gejala dehidrasi yang serupa berupa gulungan keriting.
Pencahayaan terik berlebihan di wilayah tropis kerap membakar jaringan daun Spathiphyllum. Jika tanaman diletakkan dekat jendela yang terpapar sinar matahari langsung selama lebih dari 2 jam di siang hari, daun tidak hanya keriting tetapi juga akan muncul bercak cokelat seperti terbakar. Idealnya, berikan cahaya terang tidak langsung (filtered light) atau naungan paranet 70 persen jika dipelihara di teras rumah.
Serangan hama seperti kutu kebul atau thrips yang mengisap cairan daun muda juga dapat menyebabkan pertumbuhan daun baru menjadi terdistorsi dan keriting. Lakukan pemeriksaan rutin seminggu sekali pada bagian bawah daun. Jika ditemukan indikasi hama, segera seka daun dengan kain lembap atau semprotkan larutan sabun cuci piring lembut dosis ringan sebelum kondisi memburuk.






