Langkah pertama adalah mengamati gejala lain yang menyertai layu. Periksa apakah daun menguning, ujung daun kecoklatan, batang lembek, atau ada bercak hitam pada akar. Catat juga posisi tanaman (terkena sinar matahari langsung atau tidak) dan jadwal penyiraman Anda. Informasi ini penting untuk membedakan penyebab layu.
Penyebab paling umum di musim kemarau adalah kekurangan air. Namun, jangan langsung menyiram berlebihan karena bisa menyebabkan busuk akar. Periksa kelembaban tanah dengan memasukkan jari 2-3 cm ke dalam media tanam. Jika kering, siram hingga air keluar dari lubang drainase. Jika tanah masih lembab, kemungkinan penyebab lain seperti kelebihan air atau hama perlu dipertimbangkan.
Hama seperti kutu putih (mealybug) atau tungau laba-laba juga bisa menyebabkan layu, terutama saat kemarau. Periksa bagian bawah daun dan sela batang. Jika ada hama, bersihkan dengan kapas basah atau semprotan air sabun ringan. Jika semua faktor sudah dicek dan masih layu, mungkin tanaman mengalami stres karena perubahan lingkungan atau penyakit akar. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk diagnosis lebih lanjut.