Penanaman dapat dimulai dari bibit anakan hasil pemisahan rumpun induk yang memiliki minimal 3 hingga 4 helai daun sehat dan akar sepanjang 5 sampai 8 cm. Masukkan pecahan genting atau kerikil setebal 2 cm di dasar pot untuk mencegah genangan air, lalu isi media tanam hingga separuh volume pot. Posisikan bibit tepat di tengah pot, tutup kembali dengan media tanam hingga 2 cm di bawah bibir pot, lalu tekan perlahan menggunakan jari tangan agar tanaman berdiri kokoh.
Letakkan pot di area yang mendapat cahaya matahari tidak langsung sekitar 60 sampai 70 persen, seperti di teras atau dekat jendela menghadap timur. Pada musim kemarau di Indonesia, lakukan penyiraman setiap 2 sampai 3 hari sekali saat lapisan atas media setebal 2 cm terasa kering. Saat musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman menjadi 4 sampai 6 hari sekali untuk menghindari pembusukan akar akibat kelembapan udara yang mencapai lebih dari 80 persen.
Berikan pupuk organik cair atau pupuk majemuk NPK berkadar nitrogen sedang setiap 4 minggu sekali selama masa pertumbuhan aktif. Pembersihan permukaan daun menggunakan kain basah secara berkala setiap 2 minggu sangat disarankan untuk menjaga proses fotosintesis tetap lancar dari tumpukan debu. Dalam waktu 6 hingga 8 bulan, Peace Lily akan mulai mengeluarkan seludang bunga putih yang anggun dan rumpunnya siap dipisah kembali untuk perbanyakan.






