Penyebab utama busuk akar adalah overwatering (penyiraman berlebih) yang menyebabkan genangan air di dalam pot. Ciri khasnya: tanah masih basah saat disentuh, akar berbau asam atau busuk, dan daun bagian bawah menguning lebih dulu. Solusinya: hentikan penyiraman selama 5–7 hari, ganti media tanam dengan campuran porous (sekam bakar + cocopeat + perlit 2:1:1), dan potong akar busuk dengan gunting steril.
Penyebab kedua adalah infeksi jamur patogen seperti Pythium atau Phytophthora yang menyerang saat drainase buruk. Ciri pembeda: akar memiliki bercak coklat basah, batang pangkal lembek, dan bau busuk khas. Solusinya: pangkas semua akar dan daun yang terinfeksi, rendam akar sehat dalam larutan fungisida berbahan aktif mancozeb atau metalaksil (ikuti dosis label), lalu tanam ulang di pot baru dengan lubang drainase cukup. Jangan lupa sterilisasi alat potong dengan alkohol 70%.
Pencegahan jangka panjang: siram Peace Lily hanya saat tanah kering 2–3 cm di permukaan (cek dengan jari), gunakan pot berlubang banyak, dan letakkan di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik. Saat musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman menjadi 1–2 kali seminggu. Jika tanaman sudah parah (semua akar busuk), sebaiknya stek daun sehat untuk perbanyakan baru.