Frekuensi penyiraman perlu disesuaikan dengan perubahan musim dan tingkat kelembapan ruangan. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman 2 kali seminggu, sedangkan pada musim hujan cukup 1 kali seminggu atau saat media tanam bagian atas setebal 2 sentimeter terasa kering saat disentuh. Karena tanaman ini menyukai kelembapan udara relatif antara 60 hingga 80 persen, lakukan penyemprotan halus (misting) pada daun 2 hari sekali di pagi hari pukul 07.00, khususnya jika tanaman diletakkan di ruangan ber-AC.
Penggunaan media tanam yang porous dan kaya bahan organik sangat menentukan kesehatan akar. Gunakan campuran tanah humus, sekam bakar, dan pupuk kandang matang dengan perbandingan 1:1:1. Pastikan pot memiliki 3 hingga 5 lubang drainase yang baik di bagian bawah agar air sisa penyiraman tidak tergenang. Genangan air pada dasar pot dapat memicu kebusukan akar akibat infeksi jamur, terutama saat tingkat kelembapan tinggi di musim hujan.
Nutrisi tanaman dapat dipenuhi melalui pemberian pupuk organik cair atau pupuk NPK seimbang yang dilarutkan dalam air setiap 4 minggu sekali. Lakukan pembersihan debu pada permukaan daun secara berkala menggunakan kain lap basah setiap 2 minggu agar proses fotosintesis berjalan optimal. Apabila akar tanaman sudah memenuhi pot setelah kurun waktu 1 hingga 2 tahun, lakukan penggantian pot (repotting) ke ukuran yang 3 hingga 5 sentimeter lebih besar dari pot lama.






