Fase vegetatif (pertumbuhan daun) membutuhkan pupuk dengan nitrogen (N) lebih tinggi, misalnya NPK 20-10-10, diberikan setiap 2 minggu sekali. Pada fase generatif (pembentukan bunga), perbanyak fosfor (P) dan kalium (K), misalnya NPK 10-30-20 atau pupuk khusus bunga, setiap 2 minggu hingga kuncup bunga muncul. Hentikan pemupukan saat bunga mulai mekar untuk memperpanjang masa mekar. Pupuk cair bisa disemprotkan ke daun dengan konsentrasi lebih rendah, tetapi hindari mengenai bunga.
Alternatif pupuk organik seperti pupuk kandang yang sudah matang (1-2 genggam per pot) atau kompos bisa dicampur ke tanah dasar saat penanaman. Pupuk tablet khusus tanaman air (tablet slow release) juga praktis: dorong 1-2 tablet ke dalam tanah di sekitar akar setiap 2-3 bulan. Pastikan pupuk tidak langsung larut di air karena dapat menyebabkan pertumbuhan alga berlebihan. Ganti air kolam secara berkala (sepertiga volume setiap 2 minggu) untuk menjaga kualitas air.
Kelebihan pupuk dapat menyebabkan daun terbakar (ujung daun coklat) atau air menjadi keruh dan berlumut. Jika terjadi, segera hentikan pemupukan dan ganti air 50% selama 3 hari berturut-turut. Kekurangan pupuk ditandai daun kuning, pertumbuhan lambat, dan sedikit bunga. Pada musim hujan, frekuensi pemupukan bisa dikurangi karena air lebih dingin dan metabolisme tanaman melambat. Catat jadwal pemupukan untuk konsistensi hasil.