Cara Merawat Teratai Agar Subur

Teratai (Nelumbo nucifera) adalah tanaman air yang mudah dirawat asalkan mendapat sinar matahari penuh dan air yang cukup. Berikut panduan lengkap untuk pemula.

Jawaban singkat

Teratai membutuhkan sinar matahari langsung minimal 6-8 jam per hari untuk tumbuh subur dan berbunga lebat. Tanpa sinar yang cukup, daun akan tumbuh kecil dan bunga jarang muncul. Tempatkan pot teratai di area terbuka seperti kolam atau halaman yang terkena sinar matahari penuh.

Ringkas: Teratai

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 6 jam/hari
Penyiraman
Air tenang, tinggi 10–30 cm di atas tanah, ganti setiap minggu
Musim
Sepanjang tahun di Indonesia
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman air yang mudah dirawat, cocok untuk pemula.

Media tanam terbaik adalah tanah liat atau tanah kebun yang berat, bukan tanah pot biasa. Campurkan tanah dengan sedikit pupuk kandang matang (perbandingan 3:1). Isi pot berdiameter minimal 40 cm dengan tanah setinggi 15-20 cm, lalu tanam rimpang teratai dengan tunas menghadap ke atas. Tutup permukaan tanah dengan kerikil halus agar air tidak keruh.

Genangi pot dengan air setinggi 5-10 cm di atas permukaan tanah untuk teratai kerdil, atau 20-30 cm untuk teratai besar. Gunakan air hujan atau air sumur yang sudah diendapkan. Ganti air sebulan sekali jika keruh, dan tambahkan air saat menguap. Beri pupuk tablet khusus tanaman air setiap 3-4 minggu sekali selama musim tanam (musim hujan hingga awal kemarau).

Pangkas daun kuning atau layu setiap minggu untuk merangsang pertumbuhan baru. Jika daun menguning di tepi, kurangi pupuk. Waspadai kutu daun dan ulat; semprot dengan air sabun atau insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba. Di musim kemarau, pastikan air tetap tergenang dan tidak surut lebih dari 5 cm di atas tanah.

Langkah-langkah

  1. Siapkan pot besar (diameter 40 cm) tanpa lubang drainase, isi dengan tanah liat setinggi 15-20 cm.
  2. Tanam rimpang teratai dengan tunas menghadap ke atas, lalu timbun tipis dengan tanah. Letakkan kerikil di atasnya.
  3. Genangi air setinggi 5-10 cm (teratai kerdil) atau 20-30 cm (teratai besar). Gunakan air bersih yang sudah diendapkan.
  4. Letakkan di tempat terkena sinar matahari penuh minimal 6 jam sehari. Beri pupuk tablet tanaman air setiap 3-4 minggu.
  5. Ganti air sebulan sekali jika keruh, dan tambahkan air saat menguap. Pangkas daun kuning setiap minggu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa teratai saya tidak berbunga?

Kurang sinar matahari (minimal 6 jam langsung) atau terlalu banyak pupuk nitrogen. Pindahkan ke tempat lebih terang dan kurangi pupuk.

Berapa sering harus mengganti air kolam teratai?

Cukup sebulan sekali, atau jika air berubah keruh dan berbau. Gunakan air yang sudah diendapkan semalam.

Bisakah teratai ditanam dalam pot tanpa lubang drainase?

Ya, justru harus tanpa lubang agar air tergenang. Gunakan pot keramik atau plastik besar.

Apa penyebab daun teratai menguning?

Bisa karena kekurangan nutrisi (beri pupuk tablet) atau kelebihan pupuk (kurangi dosis). Juga bisa karena hama kutu daun.

Apakah teratai tahan terhadap musim kemarau?

Tahan asalkan air tetap tergenang. Saat kemarau, tambahkan air secara rutin agar tidak surut lebih dari 5 cm di atas tanah.

Bagaimana cara mengatasi hama pada teratai?

Semprot dengan air sabun atau ekstrak daun mimba. Untuk ulat, petik manual. Hindari pestisida kimia yang membahayakan ikan.

Lebih lanjut tentang Teratai

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.