Penyebab paling umum adalah kekurangan zat besi (Fe) atau nitrogen (N). Daun yang menguning karena kekurangan Fe biasanya dimulai dari daun muda, dengan tulang daun tetap hijau (klorosis interveinal). Sementara kekurangan N membuat daun tua menguning merata. Solusinya: berikan pupuk daun yang mengandung Fe atau N, semprotkan setiap 1-2 minggu sekali. Bisa juga taburkan pupuk NPK 16-16-16 sebesar 5-10 gram per tanaman setiap bulan. Pastikan pH air kolam antara 6,5-7,5 agar unsur hara terserap optimal.
Penyebab kedua adalah serangan hama seperti kutu daun (Aphid) atau tungau merah. Kutu daun biasanya bergerombol di bawah daun, menyebabkan daun keriting dan kuning. Tungau merah menyebabkan bercak kuning kecil-kecil. Solusinya: semprot dengan air bertekanan untuk membilas hama, atau gunakan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba (1 kg daun direbus dalam 5 liter air, lalu semprotkan). Ulangi setiap 5-7 hari. Jika serangan parah, konsultasikan dengan penyuluh untuk rekomendasi insektisida kimia yang sesuai.
Penyebab ketiga adalah kondisi air yang buruk, misalnya air terlalu keruh, kekurangan oksigen, atau suhu terlalu tinggi di atas 30°C. Daun yang menguning akibat stres lingkungan biasanya disertai tepi daun kering. Solusinya: ganti 30-50% air kolam setiap minggu, pastikan sirkulasi air baik (gunakan pompa air), dan beri naungan jika suhu terlalu panas. Tanam teratai di pot berlubang yang diletakkan di dasar kolam agar akar tidak busuk. Jangan lupa bersihkan daun mati agar tidak mencemari air.