Panduan Lengkap Menanam Teratai (Nelumbo nucifera) dari Awal

Berikut panduan praktis menanam teratai di kolam atau pot, cocok untuk lahan terbatas di Indonesia.

Jawaban singkat

Teratai atau lotus (Nelumbo nucifera) adalah tanaman air yang populer sebagai hiasan kolam. Di Indonesia, teratai dapat ditanam sepanjang tahun asalkan ketersediaan air dan sinar matahari cukup. Tanaman ini tumbuh dari rimpang (umbi batang) yang ditanam di dasar kolam atau pot berisi tanah liat. Pilih varietas lokal seperti teratai putih (Nelumbo nucifera 'Alba') atau teratai merah muda (Nelumbo nucifera 'Rosea') yang adaptif terhadap iklim tropis.

Ringkas: Teratai

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 6 jam/hari
Penyiraman
Air tenang, tinggi 10–30 cm di atas tanah, ganti setiap minggu
Musim
Sepanjang tahun di Indonesia
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman air yang mudah dirawat, cocok untuk pemula.

Persiapan dimulai dengan memilih wadah: gunakan pot tanpa lubang drainase berdiameter minimal 40 cm dan tinggi 30 cm, atau kolam permanen dengan kedalaman air 30–50 cm. Isi pot dengan tanah liat atau tanah sawah setinggi 15–20 cm, lalu tambahkan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang 1 kg per pot. Tanam rimpang teratai dengan posisi tunas menghadap ke atas, lalu timbun tipis dengan tanah setebal 2–3 cm. Setelah itu, alirkan air perlahan hingga tinggi air 10–15 cm di atas permukaan tanah.

Setelah penanaman, letakkan pot di lokasi terkena sinar matahari penuh minimal 6 jam per hari. Ganti air setiap minggu atau saat air mulai keruh untuk mencegah nyamuk dan pertumbuhan alga. Beri pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 5 gram per pot setiap 2 minggu sekali dengan cara membenamkan ke dalam tanah di sekitar rimpang. Daun akan muncul dalam 1–2 minggu, dan bunga biasanya mekar setelah 2–3 bulan tergantung varietas dan kondisi lingkungan.

Panen bunga teratai dilakukan saat kuncup mulai merekah, biasanya pada pagi hari. Potong tangkai bunga dengan pisau bersih tepat di atas permukaan air. Untuk perbanyakan, rimpang dapat dipanen setiap 6–12 bulan dengan membongkar pot, memotong rimpang yang sehat sepanjang 15–20 cm, lalu menanamnya kembali. Hama umum seperti kutu daun dan ulat daun dapat dikendalikan dengan semprotan air bertekanan atau insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba.

Langkah-langkah

  1. Siapkan pot tanpa lubang drainase, diameter minimal 40 cm, tinggi 30 cm.
  2. Isi pot dengan tanah liat setinggi 15–20 cm, campur 1 kg pupuk kandang matang.
  3. Tanam rimpang teratai dengan tunas menghadap ke atas, timbun tipis dengan tanah 2–3 cm.
  4. Alirkan air hingga tinggi 10–15 cm di atas permukaan tanah, letakkan di tempat terkena sinar matahari penuh.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama teratai mulai berbunga setelah tanam?

Biasanya 2–3 bulan setelah tanam, tergantung varietas dan intensitas sinar matahari.

Apakah teratai bisa ditanam di dalam ruangan?

Kurang ideal karena membutuhkan sinar matahari langsung minimal 6 jam per hari. Jika terpaksa, gunakan lampu grow light.

Mengapa daun teratai saya menguning?

Penyebab utama: kekurangan unsur hara (terutama zat besi) atau air terlalu dalam. Tambahkan pupuk Fe dan kurangi tinggi air hingga 10 cm.

Bagaimana cara mengatasi hama kutu daun pada teratai?

Semprot dengan air bertekanan atau gunakan larutan sabun insektisida (1 sendok sabun cair per liter air) seminggu sekali.

Bisakah teratai ditanam di kolam bersama ikan?

Bisa, tetapi pastikan ikan tidak merusak rimpang. Ikan mas dan koki biasanya aman, hindari ikan herbivora seperti grass carp.

Kapan waktu terbaik memanen rimpang untuk perbanyakan?

Setelah tanaman berhenti berbunga, biasanya 6–12 bulan setelah tanam, saat daun mulai mengering.

Lebih lanjut tentang Teratai

Panduan terkait

Cara Menanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.