Persiapan dimulai dengan memilih wadah: gunakan pot tanpa lubang drainase berdiameter minimal 40 cm dan tinggi 30 cm, atau kolam permanen dengan kedalaman air 30–50 cm. Isi pot dengan tanah liat atau tanah sawah setinggi 15–20 cm, lalu tambahkan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang 1 kg per pot. Tanam rimpang teratai dengan posisi tunas menghadap ke atas, lalu timbun tipis dengan tanah setebal 2–3 cm. Setelah itu, alirkan air perlahan hingga tinggi air 10–15 cm di atas permukaan tanah.
Setelah penanaman, letakkan pot di lokasi terkena sinar matahari penuh minimal 6 jam per hari. Ganti air setiap minggu atau saat air mulai keruh untuk mencegah nyamuk dan pertumbuhan alga. Beri pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 5 gram per pot setiap 2 minggu sekali dengan cara membenamkan ke dalam tanah di sekitar rimpang. Daun akan muncul dalam 1–2 minggu, dan bunga biasanya mekar setelah 2–3 bulan tergantung varietas dan kondisi lingkungan.
Panen bunga teratai dilakukan saat kuncup mulai merekah, biasanya pada pagi hari. Potong tangkai bunga dengan pisau bersih tepat di atas permukaan air. Untuk perbanyakan, rimpang dapat dipanen setiap 6–12 bulan dengan membongkar pot, memotong rimpang yang sehat sepanjang 15–20 cm, lalu menanamnya kembali. Hama umum seperti kutu daun dan ulat daun dapat dikendalikan dengan semprotan air bertekanan atau insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba.