Untuk tanaman pot, dosis pupuk kimia cukup 1 sendok teh per pot berdiameter 30 cm, dilarutkan dalam 1 liter air, lalu siramkan ke media tanam. Pada musim kemarau, kurangi frekuensi menjadi sebulan sekali dan pastikan media tidak terlalu kering saat dipupuk agar akar tidak terbakar. Tambahkan pupuk daun yang mengandung unsur mikro (seperti Gandasil D atau Bayfolan) setiap 2 minggu dengan dosis setengah anjuran, disemprotkan ke daun bagian bawah pada pagi hari.
Pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang (kotoran ayam atau sapi) sangat dianjurkan sebagai pupuk dasar saat tanam ulang atau repotting, dengan dosis 1 bagian pupuk kandang : 3 bagian media tanam. Aplikasikan ulang setiap 3-4 bulan dengan cara menaburkan 1-2 genggam di permukaan pot lalu ditutup tipis dengan tanah. Pada tanaman di tanah, pupuk kandang bisa ditabur melingkar sejauh tajuk tanaman sebanyak 5-10 kg per pohon dewasa setiap 6 bulan.
Tanda kekurangan hara pada kembang sepatu: daun menguning (kekurangan nitrogen), daun tua pinggir coklat (kekurangan kalium), atau bunga sedikit (kekurangan fosfor). Jika terjadi, segera beri pupuk sesuai kebutuhan. Kelebihan pupuk nitrogen justru menyebabkan daun lebat tapi sedikit bunga. Selalu siram tanaman sebelum dan sesudah pemupukan untuk mencegah akar terbakar. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat jika ragu memilih jenis pupuk.