Langkah pertama adalah menyiapkan bibit stek. Pilih batang yang sehat, tidak terlalu muda atau tua, dengan panjang sekitar 20-25 cm dan memiliki 3-4 ruas. Potong miring bagian bawah batang, buang daun bagian bawah, dan sisakan 2-3 daun di pucuk. Rendam ujung batang dalam air selama 15-30 menit, lalu oleskan perangsang akar alami seperti bawang merah yang dihaluskan (opsional). Tanam stek dalam media campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam bakar (1:1:1) sedalam 5-10 cm. Siram secukupnya dan letakkan di tempat teduh selama 1-2 minggu hingga akar tumbuh.
Setelah stek berakar (biasanya 3-4 minggu), pindahkan ke lokasi yang terkena sinar matahari langsung minimal 6 jam per hari. Siram setiap pagi atau sore, jangan sampai tanah tergenang. Beri pupuk NPK 16-16-16 setiap 2 minggu sekali dengan dosis 1 sendok teh per tanaman dewasa, atau pupuk kandang setiap bulan. Pangkas cabang yang mati atau terlalu rimbun untuk merangsang pertumbuhan bunga. Kembang sepatu akan mulai berbunga 3-6 bulan setelah tanam, tergantung varietas dan perawatan.
Panen bunga dilakukan saat mekar sempurna, biasanya pagi hari. Petik bunga dengan tangkai pendek menggunakan gunting bersih. Bunga segar bisa langsung digunakan sebagai hiasan, atau dikeringkan untuk teh herbal. Untuk mendapatkan bunga terus-menerus, rajinlah memangkas bunga layu dan beri pupuk secara rutin. Tanaman ini jarang terserang hama, namun waspadai kutu daun dan tungau yang bisa diatasi dengan semprotan air sabun atau insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba.