Pertama, periksa pola penyiraman Anda. Kembang sepatu tidak suka tanah yang terlalu basah atau terlalu kering. Jika daun menguning disertai layu dan tanah terasa basah, kemungkinan besar Anda terlalu sering menyiram. Sebaliknya, jika daun menguning dan kering di tepi, tanah mungkin terlalu kering. Solusinya: siram hanya saat lapisan atas tanah (2-3 cm) sudah kering, kurangi frekuensi di musim hujan, dan pastikan pot memiliki drainase baik.
Kedua, perhatikan nutrisi. Kekurangan unsur hara seperti nitrogen, magnesium, atau zat besi sering menyebabkan daun menguning. Ciri khasnya: daun tua menguning merata (kekurangan N), atau urat daun tetap hijau sementara jaringan daun menguning (kekurangan Fe). Solusi: beri pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang setiap 2-3 bulan, atau pupuk NPK seimbang (15-15-15) sebulan sekali dengan dosis sesuai label. Jangan lupa tambahkan pupuk mikro jika perlu.
Ketiga, waspadai hama dan penyakit. Tungau laba-laba dan kutu putih sering menyerang kembang sepatu, menyebabkan daun menguning dan berbintik. Periksa bagian bawah daun dengan kaca pembesar. Jika ada sarang laba-laba halus atau serangga kecil, semprot dengan air sabun atau minyak neem (sesuai petunjuk). Penyakit jamur seperti bercak daun juga bisa menyebabkan kuning, biasanya disertai bercak coklat atau hitam. Solusi: potong daun yang terinfeksi, jaga sirkulasi udara, dan hindari penyiraman dari atas.