Penyakit bercak daun (Cercospora, Alternaria) ditandai bercak cokelat kehitaman dengan tepi kuning, menyebar cepat di musim hujan. Busuk akar (Phytophthora, Rhizoctonia) menyebabkan daun layu mendadak dan akar hitam, sering karena drainase buruk. Layu bakteri (Ralstonia solanacearum) membuat layu permanen meski tanah lembap, dengan potongan batang mengeluarkan lendir. Virus mosaik (CMV) menyebabkan daun belang hijau kekuningan dan keriting.
Hama juga memicu penyakit: kutu kebul (Bemisia tabaci) menghasilkan embun madu yang memicu jamur jelaga hitam pada daun. Tungau merah (Tetranychus urticae) menyebabkan daun berbintik kuning dan kasar. Kutu daun (Aphids) menggulung daun dan mengeluarkan embun madu. Pengendalian hama dengan insektisida nabati seperti ekstrak mimba atau semprotan air sabun bisa membantu, namun konsultasi dengan penyuluh setempat untuk rekomendasi spesifik.
Pengobatan dimulai dengan memotong bagian terinfeksi dan membuangnya jauh dari tanaman. Untuk jamur, semprot fungisida berbahan aktif tembaga atau belerang sesuai label, ulangi 7-14 hari sekali. Perbaiki drainase, jangan menyiram daun, dan beri jarak tanam. Untuk bakteri, tidak ada obat; cabut dan musnahkan tanaman. Cegah virus dengan mengendalikan vektor (kutu kebul) menggunakan perangkap kuning atau insektisida. Selalu gunakan alat bersih dan bibit sehat.