Memasuki musim hujan yang berlangsung antara bulan November hingga Maret di Indonesia, kelembapan media tanam akan meningkat drastis. Pada periode ini, kurangi frekuensi pemupukan cair menjadi 3 minggu sekali untuk mencegah pembusukan akar. Gunakan pupuk anorganik butiran pelepasan lambat (slow-release) dengan rasio NPK seimbang 14-14-14 sebanyak 5 hingga 10 gram yang ditabur di pinggir pot setiap 3 bulan sekali agar nutrisi terlepas secara aman perlahan-lahan.
Saat musim kemarau melanda dari bulan April hingga Oktober, tanaman mengalami laju fotosintesis yang lebih cepat di bawah naungan paranet 50 hingga 70 persen. Semprotkan pupuk daun cair berunsur Nitrogen tinggi setiap 2 minggu sekali pada pagi hari sebelum pukul 09.00 WIB. Penyemprotan pagi hari memanfaatkan bukaan stomata di bawah daun secara optimal, sehingga memicu pembentukan daun baru yang lebih lebar dan mengilap.
Penting bagi para pekebun untuk melakukan pembilasan media tanam (flushing) dengan air bersih secara berkala setiap bulan sekali. Pembilasan ini bertujuan membilas penumpukan residu garam dari pupuk kimia yang dapat merusak perakaran. Pemupukan yang teratur dengan dosis ringan jauh lebih efektif menghasilkan Gelombang Cinta yang eksotis daripada pemberian pupuk dalam jumlah besar sekaligus.