Penggunaan media tanam yang tepat menjadi fondasi utama agar akar dapat bernapas dengan baik. Gunakan racikan media yang sangat porous dengan mencampurkan cacahan pakis, sekam bakar, dan humus daun bambu dengan perbandingan 2:1:1. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman 2 hingga 3 kali seminggu setelah permukaan media tanam sedalam 2 centimeter terasa kering. Sebaliknya, saat musim hujan tiba, kurangi frekuensi penyiraman menjadi 1 kali seminggu untuk mencegah risiko kebusukan akar.
Pemupukan teratur sangat dibutuhkan untuk menunjang pembentukan daun baru yang lebar dan bergelombang tegas. Berikan pupuk organik padat atau pupuk lambat urai sebanyak 1 sendok makan setiap 1 hingga 2 bulan sekali di sekeliling pinggiran pot. Selain nutrisi tanah, perawatan kebersihan daun juga wajib dilakukan dengan cara menyeka permukaan atas dan bawah daun menggunakan kain lap basah yang lembut setiap 1 minggu sekali agar proses fotosintesis berjalan optimal.
Penggantian pot atau repotting perlu dilakukan secara berkala setiap 12 hingga 18 bulan sekali seiring bertambah besarnya ukuran tanaman. Pilih pot baru dengan diameter 5 hingga 10 centimeter lebih besar dari pot lama dan pastikan memiliki lubang drainase yang cukup di bagian dasar. Periksa pula kondisi akar saat repotting, segera potong akar yang terlihat cokelat kehitaman dan lembek menggunakan gunting steak yang steril agar infeksi tidak meluas ke bagian tanaman lainnya.