Pemupukan dasar dilakukan saat persiapan lahan, yaitu dengan memberikan pupuk kandang matang sebanyak 2–3 kg per meter persegi. Campurkan pupuk kandang dengan tanah dan biarkan selama 5–7 hari sebelum tanam. Pupuk kandang berfungsi memperbaiki struktur tanah, menyediakan unsur hara mikro, dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah.
Pemupukan susulan dilakukan setiap 3–4 minggu setelah tanam, terutama untuk merangsang pertumbuhan daun dan akar. Gunakan pupuk NPK seimbang dengan perbandingan N:P:K sekitar 15:15:15, dosis 5–10 gram per tanaman, atau sesuai rekomendasi pada kemasan. Taburkan pupuk di sekeliling tanaman dengan jarak 5–7 cm dari batang, lalu siram dengan air. Pada musim hujan, kurangi dosis nitrogen untuk mencegah pertumbuhan daun yang terlalu lebat dan rentan penyakit.
Alternatif pupuk organik cair dapat digunakan setiap 2 minggu sekali, misalnya dari fermentasi urin sapi atau limbah dapur. Aplikasi dilakukan pada pagi atau sore hari dengan konsentrasi sesuai petunjuk. Hindari pemupukan berlebihan karena dapat menyebabkan tanaman tumbuh tinggi namun akar kurang berkembang. Untuk hasil optimal, lakukan pemupukan secara rutin dan seimbang, serta perhatikan kondisi tanah dan cuaca setempat.