Memasuki fase vegetatif cepat pada umur 10 hingga 14 hari setelah tanam, tanaman memerlukan tambahan nutrisi makro yang mudah diserap melalui air. Pemberian pupuk susulan berbentuk pupuk cair organik atau pupuk anorganik kaya NPK dengan rasio nitrogen tinggi diberikan dengan frekuensi 7 sampai 10 hari sekali. Jika ditanam di kolam berarus, pengaplikasian pupuk dilakukan dengan memperlambat aliran air selama 4 hingga 6 jam agar nutrisi terserap optimal oleh akar tanpa hanyut terbawa arus.
Pada musim hujan, tingkat pencucian nutrisi di media tumbuh selada air meningkat drastis akibat curah hujan tinggi, sehingga frekuensi pemupukan susulan dapat ditingkatkan menjadi 5 hari sekali dengan konsentrasi yang lebih encer. Sebaliknya, saat musim kemarau, penguapan air kolam berjalan cepat sehingga konsentrasi garam terlarut bisa naik; pastikan pasokan air segar tetap mengalir setinggi 3 hingga 5 sentimeter di atas permukaan media tanah agar tanaman tidak mengalami stres nutrisi atau terbakar pucuknya.
Pemanenan selada air biasanya dapat dimulai pada umur 25 hingga 30 hari setelah tanam dengan cara memotong 10 hingga 15 sentimeter pucuk muda. Pasca panen tahap pertama, aplikasi pupuk selada air berupa pupuk nitrogen terlarut atau pupuk hayati cair wajib diberikan kembali dalam waktu 1 sampai 2 hari untuk memicu pembentukan tunas-tunas baru. Dengan pola pemupukan yang disiplin dan konsisten ini, selada air dapat dipanen secara berkelanjutan setiap 14 sampai 20 hari hingga 4 atau 5 siklus panen.