Dalam perawatan harian, penyiraman harus dilakukan secara rutin 2 hingga 3 kali sehari jika Anda menanamnya di polibag tanpa genangan. Jika menggunakan wadah penampung air, pastikan untuk mengganti atau mengalirkan airnya setiap 3 hari sekali guna mencegah pengendapan bakteri anaerob dan perkembangan jentik nyamuk. Pencahayaan ideal untuk selada air adalah paparan sinar matahari pagi selama 4 hingga 6 jam sehari agar daunnya tumbuh tebal dan berwarna hijau segar.
Pemupukan susulan dilakukan secara berkala setiap 10 hingga 14 hari sekali untuk menjaga ketersediaan hara. Anda dapat memberikan pupuk organik cair yang dilarutkan tipis dalam air siraman atau menambahkan 1 hingga 2 genggam kompos matang di sekitar pangkal tanaman. Unsur hara nitrogen yang cukup sangat diperlukan untuk merangsang pembentukan daun-daun baru yang lezat dan mencegah munculnya rasa pahit yang berlebihan pada panenan.
Pemanenan selada air dapat dimulai saat tanaman berumur 30 hingga 45 hari setelah tanam dengan memotong pucuk muda sepanjang 10 hingga 15 cm. Pemangkasan pucuk secara teratur tidak hanya menyediakan pasokan sayur segar harian, tetapi juga merangsang munculnya percabangan baru yang lebih rimbun. Selain itu, pemangkasan rutin mencegah tanaman memasuki fase berbunga yang dapat membuat tekstur batangnya menjadi keras dan berserat.