Panduan Lengkap Menanam Pohpohan (Pilea trinervia) dari Awal sampai Panen

Pohpohan adalah sayuran daun khas Indonesia yang mudah ditanam di pekarangan rumah, cocok untuk pemula dan bisa dipanen sepanjang tahun.

Jawaban singkat

Pohpohan (Pilea trinervia) adalah tanaman sayuran daun yang populer di Jawa Barat, sering digunakan sebagai lalapan atau campuran urap. Tanaman ini tumbuh subur di dataran rendah hingga menengah (0-1000 mdpl) dan menyukai tempat teduh dengan kelembaban tinggi. Perbanyakan paling mudah dilakukan dengan setek batang, karena biji pohpohan sulit didapat dan lambat berkecambah. Pilih batang yang sudah tua (berwarna kecoklatan) sepanjang 10-15 cm dengan 3-4 ruas, lalu buang daun bagian bawah.

Ringkas: Pohpohan

Cahaya
Teduh, 40-60% naungan
Penyiraman
Siram 2 kali sehari (pagi dan sore) jika tidak hujan
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Cocok untuk pemula, hasil panen rutin, dan bisa ditanam di lahan sempit.

Media tanam yang ideal adalah campuran tanah, pupuk kandang matang, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Tanam setek dalam polybag atau bedengan dengan jarak 20×20 cm. Siram setiap pagi dan sore, terutama pada musim kemarau. Pohpohan tidak memerlukan sinar matahari penuh; cukup 40-60% naungan (misalnya di bawah paranet atau pohon). Pemupukan susulan bisa dilakukan 2 minggu sekali dengan pupuk organik cair (POC) dari kotoran kambing atau urin sapi yang difermentasi.

Hama yang sering menyerang adalah ulat daun dan kutu daun. Untuk mengendalikannya, semprotkan pestisida nabati seperti larutan bawang putih atau daun mimba. Jika serangan parah, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi pestisida kimia yang aman. Hindari penggunaan pestisida kimia berlebihan karena daun pohpohan langsung dikonsumsi. Penyiangan gulma dilakukan setiap 1-2 minggu agar tidak bersaing nutrisi.

Panen pertama dapat dilakukan setelah 30-40 hari tanam, dengan cara memetik pucuk daun dan batang muda sepanjang 10-15 cm. Panen selanjutnya setiap 1-2 minggu sekali. Pohpohan dapat dipanen terus menerus hingga 6-8 bulan. Setelah itu, tanaman mulai menua dan perlu diremajakan dengan setek baru. Hasil panen segar bisa langsung dikonsumsi atau disimpan di kulkas selama 2-3 hari dalam wadah tertutup.

Langkah-langkah

  1. Siapkan setek batang: pilih batang tua (kecoklatan) sepanjang 10-15 cm dengan 3-4 ruas, buang daun bagian bawah.
  2. Siapkan media tanam: campur tanah, pupuk kandang matang, dan sekam bakar (1:1:1) dalam polybag atau bedengan.
  3. Tanam setek sedalam 3-5 cm, lalu siram hingga lembab. Letakkan di tempat teduh (naungan 40-60%).
  4. Siram setiap pagi dan sore, beri pupuk organik cair (POC) setiap 2 minggu, dan panen pucuk daun setelah 30-40 hari.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama pohpohan bisa dipanen?

Panen pertama 30-40 hari setelah tanam, selanjutnya setiap 1-2 minggu, dan bisa berlangsung 6-8 bulan.

Apakah pohpohan bisa ditanam di pot?

Bisa, gunakan pot diameter minimal 20 cm dengan lubang drainase, dan media tanam yang porous.

Mengapa daun pohpohan saya menguning?

Penyebabnya bisa terlalu banyak sinar matahari, kekurangan nitrogen, atau genangan air. Pindahkan ke tempat teduh, beri pupuk organik, dan perbaiki drainase.

Bagaimana cara mengatasi hama kutu daun pada pohpohan?

Semprot dengan larutan bawang putih (10 siung + 1 liter air, diamkan semalam) atau insektisida nabati lainnya. Ulangi setiap 3 hari.

Apakah pohpohan tahan hujan?

Tanaman ini menyukai kelembaban, tetapi genangan air bisa menyebabkan busuk akar. Pastikan drainase baik, dan kurangi penyiraman saat musim hujan.

Bisakah pohpohan ditanam dari biji?

Sulit, karena biji pohpohan jarang tersedia dan perkecambahannya lambat. Setek batang jauh lebih mudah dan cepat.

Lebih lanjut tentang Pohpohan

Panduan terkait

Cara Menanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.