Media tanam yang ideal adalah campuran tanah, pupuk kandang matang, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Tanam setek dalam polybag atau bedengan dengan jarak 20×20 cm. Siram setiap pagi dan sore, terutama pada musim kemarau. Pohpohan tidak memerlukan sinar matahari penuh; cukup 40-60% naungan (misalnya di bawah paranet atau pohon). Pemupukan susulan bisa dilakukan 2 minggu sekali dengan pupuk organik cair (POC) dari kotoran kambing atau urin sapi yang difermentasi.
Hama yang sering menyerang adalah ulat daun dan kutu daun. Untuk mengendalikannya, semprotkan pestisida nabati seperti larutan bawang putih atau daun mimba. Jika serangan parah, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi pestisida kimia yang aman. Hindari penggunaan pestisida kimia berlebihan karena daun pohpohan langsung dikonsumsi. Penyiangan gulma dilakukan setiap 1-2 minggu agar tidak bersaing nutrisi.
Panen pertama dapat dilakukan setelah 30-40 hari tanam, dengan cara memetik pucuk daun dan batang muda sepanjang 10-15 cm. Panen selanjutnya setiap 1-2 minggu sekali. Pohpohan dapat dipanen terus menerus hingga 6-8 bulan. Setelah itu, tanaman mulai menua dan perlu diremajakan dengan setek baru. Hasil panen segar bisa langsung dikonsumsi atau disimpan di kulkas selama 2-3 hari dalam wadah tertutup.