Penyakit Pohpohan: Gejala & Cara Mengobati

Pohpohan rentan terhadap penyakit jamur dan bakteri, terutama di musim hujan. Kenali gejalanya agar cepat ditangani.

Jawaban singkat

Pohpohan (Pilea trinervia) adalah sayuran daun yang populer di Indonesia, terutama di Jawa Barat. Tanaman ini mudah dibudidayakan, tetapi rentan terhadap beberapa penyakit, terutama saat musim hujan. Kelembaban tinggi dan drainase buruk menjadi pemicu utama. Berikut adalah penyakit utama yang sering menyerang pohpohan beserta cara mengatasinya.

Ringkas: Pohpohan

Cahaya
Teduh, 40-60% naungan
Penyiraman
Siram 2 kali sehari (pagi dan sore) jika tidak hujan
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Cocok untuk pemula, hasil panen rutin, dan bisa ditanam di lahan sempit.

Penyakit yang paling umum adalah bercak daun akibat jamur Cercospora atau Colletotrichum. Gejalanya berupa bercak cokelat kehitaman dengan tepi kuning, sering muncul di daun tua. Penyebaran cepat saat hujan berturut-turut. Selain itu, busuk batang yang disebabkan oleh jamur Rhizoctonia atau Sclerotinia juga sering terjadi, ditandai batang lembek dan berair, terutama di pangkal.

Untuk pengendalian, langkah pertama adalah sanitasi: pangkas daun dan batang yang sakit, lalu musnahkan. Perbaiki drainase dengan meninggikan bedengan atau menanam di pot berlubang. Jangan menyiram daun langsung, siram di pangkal. Jika serangan parah, gunakan fungisida berbahan aktif mancozeb atau tembaga hidroksida sesuai dosis pada label. Konsultasi dengan penyuluh setempat jika ragu.

Penyakit bakteri seperti hawar daun (Pseudomonas) juga bisa terjadi, dengan gejala bercak basah berbau. Bedakan dengan jamur: bercak bakteri lebih basah dan mengeluarkan lendir saat ditekan. Pengendaliannya dengan mengurangi kelembaban, menghindari luka pada tanaman, dan menggunakan bakterisida berbahan tembaga. Rotasi tanaman dengan non-solanaceae juga dianjurkan.

Penyebab & Cara Mengatasi

Bercak Daun Jamur (Cercospora/Colletotrichum)

Ciri: Bercak cokelat kehitaman dengan tepi kuning, bentuk tidak beraturan, muncul di daun tua dan menyebar ke daun muda.

Solusi: Pangkas daun sakit, perbaiki drainase, kurangi kelembaban, gunakan fungisida sesuai label.

Busuk Batang (Rhizoctonia/Sclerotinia)

Ciri: Batang lembek, berair, berwarna cokelat gelap, terutama di pangkal. Daun layu mendadak.

Solusi: Cabut tanaman sakit, perbaiki drainase, hindari genangan, aplikasi fungisida kontak.

Hawar Daun Bakteri (Pseudomonas)

Ciri: Bercak basah, berair, berbau tidak sedap, daun menguning dan layu. Lendir bakteri keluar saat ditekan.

Solusi: Kurangi kelembaban, hindari luka mekanis, gunakan bakterisida tembaga, rotasi tanaman.

Langkah-langkah

  1. Identifikasi gejala: perhatikan bentuk, warna, dan bau bercak pada daun atau batang.
  2. Lakukan sanitasi: pangkas dan musnahkan bagian tanaman yang sakit, jangan dibuang di sekitar lahan.
  3. Perbaiki drainase: buat bedengan tinggi atau gunakan pot dengan lubang drainase, hindari genangan.
  4. Atur penyiraman: siram di pagi hari pada pangkal tanaman, hindari membasahi daun.
  5. Aplikasi fungisida/bakterisida jika perlu: baca label produk dan konsultasi dengan penyuluh pertanian setempat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa penyebab utama penyakit pohpohan?

Kelembaban tinggi, drainase buruk, dan cuaca hujan berkepanjangan menjadi pemicu utama serangan jamur dan bakteri.

Bagaimana membedakan penyakit jamur dan bakteri pada pohpohan?

Bercak jamur kering dengan tepi kuning, sedangkan bercak bakteri basah, berair, dan berbau tidak sedap.

Apakah pohpohan bisa disemprot fungisida alami?

Ya, larutan bawang putih atau ekstrak daun mimba bisa membantu, tetapi untuk serangan parah fungisida kimia lebih efektif.

Kapan waktu terbaik menyiram pohpohan?

Pagi hari, siram di pangkal, jangan sampai daun basah untuk mengurangi risiko penyakit.

Apakah pohpohan yang sakit bisa dimakan?

Tidak disarankan, terutama jika sudah ada bercak atau busuk, karena bisa mengandung toksin jamur.

Bagaimana mencegah penyakit pohpohan di musim hujan?

Tinggikan bedengan, atur drainase, kurangi penyiraman, dan beri jarak tanam yang cukup.

Lebih lanjut tentang Pohpohan

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.