Untuk pemupukan dasar, gunakan pupuk kandang matang (ayam atau sapi) sebanyak 1-2 kg per meter persegi saat pengolahan tanah. Campurkan juga kompos daun atau sekam bakar untuk memperbaiki drainase. Setelah tanam, beri pupuk susulan setiap 2 minggu dengan pupuk organik cair seperti air leri (air cucian beras) yang difermentasi selama 3-5 hari, atau pupuk kandang cair dengan perbandingan 1:10 (pupuk : air). Siramkan 200-300 ml per tanaman pada pagi atau sore hari.
Pada musim hujan, kurangi frekuensi pemupukan menjadi 3 minggu sekali karena air hujan dapat menyebabkan pencucian unsur hara. Sebaliknya, di musim kemarau, tingkatkan frekuensi menjadi 10 hari sekali untuk menjaga kelembaban dan ketersediaan nutrisi. Jika daun tampak pucat atau pertumbuhan lambat, semprotkan pupuk daun organik (misal ekstrak daun gamal atau urine kelinci yang diencerkan 1:20) setiap 2 minggu.
Hindari penggunaan pupuk kimia berlebihan karena dapat merusak tekstur daun dan mengurangi cita rasa. Pohpohan yang dipupuk organik cenderung lebih renyah dan tidak pahit. Panen dapat dilakukan 30-40 hari setelah tanam dengan memetik pucuk daun. Setelah panen, beri pupuk organik cair lagi untuk merangsang pertumbuhan tunas baru. Dengan pemupukan tepat, pohpohan bisa dipanen hingga 5-6 kali dalam satu siklus tanam.