Gejala serangan kutu daun: daun menguning, menggulung, dan terdapat embun madu (cairan lengket) yang bisa memicu jamur jelaga. Kutu daun biasanya berada di pucuk daun muda. Tungau merah menyebabkan daun berbintik kuning atau perak, lalu mengering, dan sering terlihat jaring halus di permukaan bawah daun. Ulat daun membuat lubang tidak beraturan pada daun, terutama pada malam hari.
Pengendalian dapat dimulai dengan cara mekanis: semprot daun dengan air bertekanan untuk membuang kutu daun dan tungau, atau ambil ulat secara manual. Gunakan pestisida nabati seperti larutan bawang putih (10 siung dihaluskan, rendam 1 liter air semalam, saring, semprotkan setiap 3 hari) atau minyak neem (5 ml per liter air, semprot setiap 5-7 hari). Hindari penggunaan pestisida kimia spektrum luas yang dapat membunuh musuh alami seperti kumbang koksi dan laba-laba.
Untuk pencegahan, jaga kelembaban tanah tidak terlalu tinggi, beri jarak tanam 20-30 cm agar sirkulasi udara baik, dan lakukan rotasi tanaman dengan famili berbeda (misal bayam atau kangkung). Jika serangan berat, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi pestisida yang tepat sesuai label.