Mengenal Hama Pohpohan dan Cara Mengatasinya

Pohpohan (Pilea trinervia) rentan terhadap beberapa hama, terutama kutu daun dan tungau, yang dapat mengganggu pertumbuhannya. Berikut diagnosis dan solusinya.

Jawaban singkat

Pohpohan atau Pilea trinervia adalah sayuran daun populer di Indonesia, sering ditanam di pekarangan. Tanaman ini mudah tumbuh, tetapi tidak luput dari serangan hama. Hama utama yang menyerang pohpohan antara lain kutu daun (Aphididae), tungau merah (Tetranychus sp.), dan ulat daun (Plusia sp.). Serangan hama dapat menurunkan kualitas daun dan mengurangi hasil panen.

Ringkas: Pohpohan

Cahaya
Teduh, 40-60% naungan
Penyiraman
Siram 2 kali sehari (pagi dan sore) jika tidak hujan
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Cocok untuk pemula, hasil panen rutin, dan bisa ditanam di lahan sempit.

Gejala serangan kutu daun: daun menguning, menggulung, dan terdapat embun madu (cairan lengket) yang bisa memicu jamur jelaga. Kutu daun biasanya berada di pucuk daun muda. Tungau merah menyebabkan daun berbintik kuning atau perak, lalu mengering, dan sering terlihat jaring halus di permukaan bawah daun. Ulat daun membuat lubang tidak beraturan pada daun, terutama pada malam hari.

Pengendalian dapat dimulai dengan cara mekanis: semprot daun dengan air bertekanan untuk membuang kutu daun dan tungau, atau ambil ulat secara manual. Gunakan pestisida nabati seperti larutan bawang putih (10 siung dihaluskan, rendam 1 liter air semalam, saring, semprotkan setiap 3 hari) atau minyak neem (5 ml per liter air, semprot setiap 5-7 hari). Hindari penggunaan pestisida kimia spektrum luas yang dapat membunuh musuh alami seperti kumbang koksi dan laba-laba.

Untuk pencegahan, jaga kelembaban tanah tidak terlalu tinggi, beri jarak tanam 20-30 cm agar sirkulasi udara baik, dan lakukan rotasi tanaman dengan famili berbeda (misal bayam atau kangkung). Jika serangan berat, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi pestisida yang tepat sesuai label.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kutu Daun (Aphididae)

Ciri: Daun muda menggulung, menguning, ada embun madu lengket, dan sering diikuti semut.

Solusi: Semprot air bertekanan atau larutan bawang putih (10 siung/liter air) setiap 3 hari. Lepas predator seperti kumbang koksi.

Tungau Merah (Tetranychus sp.)

Ciri: Daun berbintik kuning atau perak, permukaan bawah daun ada jaring halus, daun kering dan rontok.

Solusi: Semprot air ke daun untuk mengurangi populasi. Gunakan minyak neem (5 ml/liter air) setiap 5-7 hari. Jaga kelembaban dengan mulsa.

Ulat Daun (Plusia sp.)

Ciri: Lubang tidak beraturan pada daun, kotoran ulat hitam di sekitar tanaman, ulat aktif malam hari.

Solusi: Ambil ulat secara manual. Gunakan Bacillus thuringiensis (Bti) sesuai label. Tanam tanaman perangkap seperti bunga matahari.

Langkah-langkah

  1. Amati tanaman setiap pagi, periksa pucuk daun dan permukaan bawah daun untuk mendeteksi hama awal.
  2. Jika ditemukan kutu daun atau tungau, semprot dengan air bertekanan tinggi (selang semprot) pada pagi hari untuk mengurangi populasi.
  3. Buat pestisida nabati: haluskan 10 siung bawang putih, rendam dalam 1 liter air selama 24 jam, saring, lalu semprotkan ke seluruh bagian tanaman setiap 3 hari hingga hama berkurang.
  4. Jika hama tetap ada, gunakan minyak neem (5 ml per liter air) dengan semprotan merata setiap 5-7 hari. Hindari penyemprotan saat terik matahari.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah pohpohan bisa ditanam di pot?

Bisa, gunakan pot berdiameter minimal 20 cm dengan drainase baik. Letakkan di tempat teduh parsial.

Berapa lama pohpohan bisa dipanen?

Panen pertama bisa dilakukan 30-40 hari setelah tanam dengan memetik pucuk daun.

Apakah hama pohpohan bisa menular ke tanaman lain?

Ya, kutu daun dan tungau dapat menyerang tanaman lain seperti cabai dan tomat. Pisahkan tanaman terinfeksi.

Apa yang menyebabkan daun pohpohan keriting selain hama?

Penyiraman berlebih atau kekurangan air juga bisa menyebabkan daun keriting. Pastikan tanah lembab tapi tidak becek.

Bagaimana cara alami mengusir semut yang datang karena kutu daun?

Taburkan bubuk kayu manis atau kapur sirih di sekitar pangkal tanaman untuk menghalau semut.

Apakah pohpohan perlu dipupuk?

Ya, beri pupuk kandang matang 1 kg/m2 setiap 2 minggu atau pupuk NPK 16-16-16 sesuai dosis pada kemasan.

Lebih lanjut tentang Pohpohan

Panduan terkait

Hama & Pengendalian, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.