Pemupukan susulan pertama dilakukan saat pakcoy berumur 7 hingga 10 hari setelah tanam (HST). Pada fase vegetatif awal ini, tanaman sangat membutuhkan unsur hara Nitrogen tinggi untuk merangsang pembentukan daun dan akar. Larutkan pupuk NPK berimbang atau pupuk kaya Nitrogen sebanyak 2-3 gram per liter air, lalu kocor sebanyak 100 ml per lubang tanam. Pemberian kocor ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari antara pukul 07.00 hingga 09.00 saat stomata daun mulai terbuka.
Memasuki fase pertumbuhan cepat pada umur 14 hingga 18 HST, kebutuhan nutrisi pakcoy meningkat secara signifikan. Lakukan pemupukan susulan kedua dengan menaikkan dosis pengocoran menjadi 3-5 gram pupuk NPK per liter air, dengan volume 150 ml per tanaman. Jika ditanam pada musim hujan di wilayah iklim tropis Indonesia, kurangi frekuensi penyiraman air kocor agar tanah tidak terlalu basah dan mencegah pembusukan akar, atau gunakan metode tabur tipis di sekeliling tajuk tanaman lalu ditutup tanah kembali.
Pada tahap akhir pertumbuhan sekitar 21 HST atau seminggu sebelum panen, hentikan seluruh pemberian pupuk kimia sintetis untuk memastikan sayuran aman dikonsumsi dan tidak mengandung penumpukan residu nitrat. Pemupukan tambahan berupa pupuk organik cair (POC) berbahan dasar urin kelinci atau molase dapat disemprotkan ke daun seminggu sekali dengan konsentrasi 5-10 ml per liter air. Dengan pola pemupukan terjadwal ini, pakcoy dapat dipanen pada umur 28-30 HST dengan bobot mencapai 150-250 gram per rumpun.