Cara Menanam Kecipir dari Awal sampai Panen

Panduan praktis menanam kecipir dari benih hingga pemanenan polong renyah secara berkelanjutan di pekarangan maupun kebun.

Jawaban singkat

Tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) merupakan jenis sayuran polong merambat yang sangat cocok dibudidayakan di seluruh wilayah Indonesia sepanjang tahun. Tanaman ini mampu tumbuh subur mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi sampai ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Kecipir memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca panas maupun curah hujan sedang, serta kaya akan protein dan nutrisi pada polong muda, daun, hingga umbinya.

Ringkas: Kecipir

Cahaya
Sinar matahari penuh (minimal 6 jam sehari)
Penyiraman
Penyiraman 1 kali sehari atau saat tanah mulai kering
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Wajib menggunakan lanjaran yang kokoh karena pertumbuhan merambatnya sangat lebat.

Proses penanaman dimulai dari persiapan benih yang memiliki kulit luar cukup keras. Untuk mempercepat perkecambahan, rendam benih kecipir dalam air hangat selama 6 hingga 12 jam sebelum ditanam. Lahan atau media tanam disiapkan dengan mengolah tanah seluas 1 meter persegi yang dicampur dengan 2 hingga 3 kilogram pupuk kandang matang atau kompos. Pastikan drainase tanah baik agar air tidak menggenang yang dapat menyebabkan pembusukan akar.

Karena kecipir merupakan tanaman merambat yang agresif, pembuatan lanjaran atau tiang panjat setinggi 1,5 hingga 2 meter sangat mutlak diperlukan sebelum benih ditanam. Tanam benih langsung ke lubang tanam setinggi 2 hingga 3 sentimeter dengan jarak tanam 40 x 60 sentimeter, diisi 2 biji per lubang. Penyiraman dilakukan 1 kali sehari pada pagi atau sore hari saat fase awal tumbuh, dan dapat dikurangi saat tanaman sudah tumbuh kuat.

Pemangkasan cabang yang terlalu rimbun dilakukan pada umur 6 minggu untuk merangsang pembentukan bunga dan buah. Kecipir dapat mulai dipanen pada umur 75 hingga 90 hari setelah tanam ketika polong masih berwarna hijau muda, lentur, dan belum berserat. Pemanenan dilakukan secara rutin setiap 3 hingga 4 hari sekali agar tanaman terus merangsang pembentukan polong baru secara berkelanjutan.

Langkah-langkah

  1. Rendam benih kecipir dalam air hangat selama 6 sampai 12 jam untuk memecah dormansi biji yang keras.
  2. Olah tanah dan campurkan 2 kg pupuk kandang matang per lubang tanam, lalu pasang lanjaran bambu setinggi 2 meter.
  3. Tanam 2 butir benih per lubang dengan kedalaman 2 sampai 3 cm dan jarak antar tanaman 40 x 60 cm.
  4. Lakukan penyiraman rutin, pemangkasan daun tua, dan panen polong muda setiap 3 sampai 4 hari mulai umur 75 hari.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama kecipir bisa terus dipanen?

Kecipir dapat terus berproduksi dan dipanen secara berkala hingga umur 6 sampai 8 bulan jika perawatannya optimal.

Apakah kecipir bisa ditanam di dalam pot atau polibag?

Bisa, gunakan polibag berdiameter minimal 40 cm dan lengkapi dengan tiang panjatan yang kokoh.

Mengapa bunga kecipir sering rontok sebelum jadi polong?

Kerontokan bunga umumnya disebabkan oleh kekurangan air saat pembungaan, kelebihan pupuk nitrogen, atau kurangnya sinar matahari.

Apakah bagian tanaman kecipir selain polong bisa dimakan?

Ya, daun muda, bunga, serta umbi kecipir yang sudah tua dapat diolah dan aman untuk dikonsumsi.

Lebih lanjut tentang Kecipir

Panduan terkait

Cara Menanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.