Proses penanaman dimulai dari persiapan benih yang memiliki kulit luar cukup keras. Untuk mempercepat perkecambahan, rendam benih kecipir dalam air hangat selama 6 hingga 12 jam sebelum ditanam. Lahan atau media tanam disiapkan dengan mengolah tanah seluas 1 meter persegi yang dicampur dengan 2 hingga 3 kilogram pupuk kandang matang atau kompos. Pastikan drainase tanah baik agar air tidak menggenang yang dapat menyebabkan pembusukan akar.
Karena kecipir merupakan tanaman merambat yang agresif, pembuatan lanjaran atau tiang panjat setinggi 1,5 hingga 2 meter sangat mutlak diperlukan sebelum benih ditanam. Tanam benih langsung ke lubang tanam setinggi 2 hingga 3 sentimeter dengan jarak tanam 40 x 60 sentimeter, diisi 2 biji per lubang. Penyiraman dilakukan 1 kali sehari pada pagi atau sore hari saat fase awal tumbuh, dan dapat dikurangi saat tanaman sudah tumbuh kuat.
Pemangkasan cabang yang terlalu rimbun dilakukan pada umur 6 minggu untuk merangsang pembentukan bunga dan buah. Kecipir dapat mulai dipanen pada umur 75 hingga 90 hari setelah tanam ketika polong masih berwarna hijau muda, lentur, dan belum berserat. Pemanenan dilakukan secara rutin setiap 3 hingga 4 hari sekali agar tanaman terus merangsang pembentukan polong baru secara berkelanjutan.