Penyebab paling dominan di musim kemarau adalah stres hidrasi pada zona perakaran. Untuk mengatasinya, berikan penyiraman rutin sebanyak 2 hingga 3 liter air per lubang tanam yang dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 08.00 atau sore hari setelah pukul 16.00. Tambahkan lapisan mulsa organik seperti jerami kering atau serabut kelapa setebal 5 hingga 10 cm di sekeliling pangkal batang untuk menahan penguapan air tanah dan menjaga suhu perakaran tetap stabil.
Selain pasokan air, kecipir membutuhkan kecukupan unsur hara makro seperti nitrogen dan kalium agar daun tetap hijau dan aktif berfotosintesis. Aplikasi pupuk kandang matang sebanyak 1 hingga 2 kg per lubang tanam setiap 3 minggu sekali sangat dianjurkan untuk memperkaya bahan organik tanah. Jika tanah terlalu tandus, semprotkan pupuk organik cair dosis ringan pada permukaan bawah daun setiap 7 hingga 10 hari sekali untuk mempercepat penyerapan hara.
Kondisi cuaca kering juga memicu ledakan populasi hama pengisap cairan seperti tungau merah dan kutu daun yang menyebabkan daun bernoda kuning kerabut. Lakukan pemeriksaan rutin minimal 2 kali seminggu pada bagian bawah daun kecipir. Lakukan pemangkasan sanitasi pada daun tua yang sudah kuning lebih dari 50 persen, lalu semprotkan larutan sabun cuci piring lembut atau pestisida nabati berbasis minyak nabati secara merata untuk menekan populasi hama.