Penanaman benih dilakukan secara langsung dengan teknik tugal setinggi kedalaman 3–5 cm, menggunakan jarak tanam 20x40 cm untuk varietas tipe tegak atau 30x50 cm untuk tipe merambat. Pada awal pertumbuhan di musim kemarau, penyiraman dilakukan 1–2 kali sehari setiap pagi dan sore hari, sedangkan pada musim hujan perlu dibuat bedengan setinggi 30 cm agar akar tidak tergenang air.
Pemeliharaan rutin mencakup penyiangan gulma pada umur 14 dan 30 hari setelah tanam, serta pemasangan lanjaran atau turus bambu setinggi 1,5–2 meter untuk varietas merambat ketika tanaman berumur 15 hari. Pemupukan susulan menggunakan campuran pupuk NPK seimbang diberikan pada umur 21 dan 35 hari setelah tanam sebanyak 5–10 gram per lubang tanam.
Pemanenan kacang merah untuk dikonsumsi sebagai polong segar dapat dilakukan saat tanaman berumur 60–70 hari setelah tanam, sedangkan untuk polong kering (biji kering) dilakukan pada umur 75–90 hari saat 80% daun menguning dan polong berwarna cokelat tua. Potong polong menggunakan gunting pangkas untuk mencegah kerusakan pada batang utama tanaman.