Panduan Pemupukan Arugula yang Tepat untuk Hasil Optimal

Pemupukan arugula yang tepat di Indonesia menentukan daun segar dan pertumbuhan cepat sepanjang tahun.

Jawaban singkat

Arugula (Eruca vesicaria) adalah sayuran daun cepat panen yang cocok ditanam di dataran rendah hingga menengah Indonesia. Agar daunnya lebar, hijau segar, dan tidak pahit berlebihan, pemupukan harus dilakukan secara bertahap. Di musim hujan, pemupukan perlu dikurangi frekuensinya karena risiko pencucian hara, sementara di musim kemarau penyiraman dan pemupukan lebih sering diperlukan.

Ringkas: Arugula

Cahaya
Sinar matahari penuh 6-8 jam atau naungan 50% di dataran rendah
Penyiraman
Siram pagi hari, jaga kelembaban tanah, hindari genangan
Musim
Musim kemarau atau sepanjang tahun di dataran tinggi
Tingkat Kesulitan
Mudah

Cocok untuk pemula, perawatan minimal asal drainase baik

Pemupukan dasar dilakukan sebelum tanam dengan pupuk kandang matang atau kompos sebanyak 1–2 kg per meter persegi, dicampur rata dengan tanah bedengan. Setelah bibit berumur 7–10 hari, berikan pupuk nitrogen tinggi seperti urea atau ZA dengan dosis sesuai label, umumnya 5–10 gram per meter persegi, larutkan dalam air dan siramkan ke pangkal batang. Ulangi setiap 7–10 hari sekali hingga panen.

Pada fase pertumbuhan daun (minggu ke-2 hingga ke-4), arugula membutuhkan nitrogen cukup untuk membentuk daun lebar. Namun kelebihan nitrogen dapat menyebabkan daun terlalu lunak dan rentan hama. Seimbangkan dengan pupuk kalium (K) untuk meningkatkan ketahanan tanaman, misalnya dengan memberikan pupuk NPK 16-16-16 atau 20-10-10 dengan dosis 10–15 gram per meter persegi setiap 2 minggu.

Hindari pemupukan saat hujan deras karena pupuk akan larut dan hilang. Jika menanam di polybag, gunakan pupuk cair organik setiap 5–7 hari dengan konsentrasi setengah dosis. Panen arugula bisa dilakukan 30–40 hari setelah tanam dengan memotong daun bagian bawah. Setelah panen, beri pupuk susulan ringan untuk merangsang pertumbuhan tunas baru.

Langkah-langkah

  1. Campurkan 1–2 kg pupuk kandang matang atau kompos per meter persegi ke dalam tanah bedengan 7 hari sebelum tanam.
  2. Semai benih arugula langsung di bedengan atau polybag, tipis-tipis, lalu tutup dengan tanah tipis.
  3. 7–10 hari setelah semai, larutkan 5–10 gram urea atau ZA per meter persegi dalam air dan siramkan ke pangkal tanaman. Ulangi setiap 7–10 hari.
  4. Pada minggu ke-3, berikan pupuk NPK 16-16-16 atau 20-10-10 sebanyak 10–15 gram per meter persegi, dilarutkan atau ditabur di sekitar akar, lalu siram.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik memupuk arugula?

Pemupukan pertama dilakukan 7–10 hari setelah semai, lalu diulang setiap 7–10 hari hingga panen.

Apa akibat kelebihan pupuk nitrogen pada arugula?

Daun menjadi terlalu lunak, mudah terserang hama, dan rasa menjadi sangat pahit.

Bisakah arugula ditanam tanpa pupuk kimia?

Bisa, gunakan kompos atau pupuk kandang sebagai pupuk dasar dan pupuk cair organik setiap minggu.

Mengapa daun arugula saya kecil dan pahit?

Kekurangan nitrogen atau kelebihan suhu tinggi. Tambahkan pupuk nitrogen dan naungi tanaman saat siang terik.

Apakah perlu memupuk setelah panen?

Ya, beri pupuk ringan (setengah dosis) setelah panen untuk merangsang pertumbuhan tunas baru.

Pupuk apa yang paling baik untuk arugula di polybag?

Pupuk cair organik atau NPK 16-16-16 dengan dosis setengah dari anjuran, diberikan setiap 5–7 hari.

Lebih lanjut tentang Arugula

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.