Kutu daun biasanya menyerang di musim kemarau, menempel di permukaan bawah daun muda. Ciri serangan: daun menguning, keriput, dan ada embun madu (lendir) yang bisa memicu jamur jelaga. Ulat daun aktif di musim hujan, membuat lubang tidak beraturan dan meninggalkan kotoran hitam. Trips menimbulkan bercak perak atau keperakan pada daun dan ujung daun mengering.
Pengendalian hama arugula sebaiknya dilakukan secara preventif. Tanam arugula di bedengan yang bersih dari gulma. Gunakan mulsa plastik atau jerami untuk mengurangi populasi hama tanah. Lakukan rotasi tanaman dengan famili berbeda (misal: kacang-kacangan) setiap 2 musim tanam. Pasang perangkap kuning lengket (20 perangkap per 100 m2) untuk memonitor kutu daun dan trips.
Jika serangan sudah terjadi, semprot dengan air sabun (larutan 1 sendok sabun cair per liter air) setiap 3 hari selama 2 minggu untuk kutu daun. Untuk ulat, petik manual atau gunakan Bacillus thuringiensis (Bti) sesuai label. Hindari pestisida kimia karena arugula dipanen cepat (25-35 hari). Konsultasikan dengan BPP setempat jika serangan meluas.