Persiapan media tanam sangat penting. Gunakan campuran tanah, pupuk kandang matang, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. pH tanah ideal 6.0-7.0. Taburkan benih langsung di lahan atau polybag dengan kedalaman 0.5-1 cm, jarak antar benih 5-10 cm. Setelah 5-7 hari, benih akan berkecambah. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) jika tidak hujan, pastikan media tidak becek karena arugula rentan busuk akar. Pemupukan susulan menggunakan pupuk organik cair (POC) setiap 7-10 hari dengan dosis sesuai petunjuk kemasan, atau pupuk NPK 16-16-16 sejumput per tanaman setiap 2 minggu.
Penyiangan gulma dilakukan setiap minggu agar tidak mengganggu pertumbuhan. Jika muncul hama seperti ulat atau kutu daun, semprot dengan larutan bawang putih atau pestisida nabati lainnya. Untuk mencegah penyakit jamur (misal embun tepung), atur jarak tanam agar sirkulasi udara baik dan hindari penyiraman berlebihan pada daun. Panen arugula dapat dilakukan saat tanaman berumur 25-35 hari setelah tanam, dengan cara mencabut seluruh tanaman atau memotong daun bagian bawah menyisakan 2-3 cm untuk pertumbuhan kembali (regrowth).
Setelah panen pertama, beri pupuk susulan dan rawat seperti biasa. Arugula bisa dipanen 2-3 kali dengan interval 2 minggu. Simpan daun arugula di lemari es dalam wadah tertutup, tahan 3-5 hari. Untuk hasil optimal, tanam arugula di musim kemarau (April-Oktober) di dataran rendah, atau sepanjang tahun di dataran tinggi (>800 mdpl). Jika daun terasa pahit, kemungkinan karena suhu terlalu panas atau tanaman sudah mulai berbunga; segera panen atau pindahkan ke tempat lebih teduh.