Persiapan lahan: gemburkan tanah sedalam 20–30 cm, tambahkan pupuk kandang matang 1–2 kg/m² seminggu sebelum tanam. Buat bedengan lebar 1 m dengan tinggi 20–30 cm jika tanah mudah becek. Benih kenikir bisa langsung ditanam tanpa disemai. Buat lubang tanam sedalam 0,5–1 cm dengan jarak 20×20 cm, masukkan 2–3 biji per lubang, lalu tutup tipis dengan tanah.
Perawatan: siram setiap pagi dan sore jika tidak hujan, terutama saat musim kemarau. Lakukan penyiangan gulma setiap 2 minggu sekali. Beri pupuk susulan urea 5 gram/tanaman atau pupuk kandang 100 gram/tanaman saat tanaman berumur 2 minggu dan 4 minggu. Hama yang sering menyerang adalah ulat daun dan kutu daun. Kendalikan dengan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau bawang putih.
Panen kenikir bisa dilakukan saat tanaman berumur 30–40 hari setelah tanam, dengan memetik pucuk daun sepanjang 10–15 cm. Panen rutin setiap 5–7 hari sekali agar tanaman terus bertunas. Tanaman kenikir produktif hingga 3–4 bulan. Satu tanaman bisa menghasilkan 200–300 gram daun per panen. Setelah panen, simpan di kulkas dalam wadah tertutup agar tahan 3–5 hari.