Pemupukan susulan pertama dilakukan pada umur 7-10 hari setelah tanam (HST) menggunakan pupuk nitrogen seperti urea atau ZA. Dosis anjuran untuk urea sekitar 50-100 kg per hektar, atau setara dengan 100-200 kg ZA per hektar. Pupuk ditabur di sekitar tanaman dengan jarak 5-10 cm dari batang, lalu ditutup tipis dengan tanah. Pemupukan kedua dilakukan pada umur 21-28 HST dengan dosis yang sama. Jika menggunakan pupuk majemuk NPK, gunakan dosis 150-200 kg per hektar per aplikasi.
Alternatif pemupukan organik dapat menggunakan pupuk cair dari fermentasi urine sapi atau kotoran ayam. Aplikasi dilakukan setiap minggu dengan konsentrasi 1:10 (pupuk cair:air) sebanyak 200-300 ml per tanaman. Untuk pekebun rumahan, cukup gunakan 1-2 sendok makan pupuk NPK mutiara (16-16-16) per tanaman setiap 2 minggu, atau siram dengan air cucian beras yang difermentasi seminggu sekali.
Perhatikan tanda-tanda kekurangan atau kelebihan pupuk. Daun menguning bagian bawah menandakan kekurangan nitrogen, segera beri pupuk urea atau NPK. Daun hijau tua dan keriput bisa akibat kelebihan nitrogen, kurangi dosis dan tambah kalium. Pemupukan di musim hujan perlu dikurangi frekuensinya karena risiko pencucian, sedangkan di musim kemarau tingkatkan sedikit dosis atau frekuensi penyiraman setelah pemupukan.