Ulat grayak (Spodoptera litura) menyerang dengan menggulung daun dan memakan jaringan daun dari dalam. Ciri khasnya adalah daun menggulung dan terdapat kotoran hitam di dalam gulungan. Kutu daun biasanya mengelompok di pucuk dan permukaan bawah daun muda, menyebabkan daun keriting dan layu. Belalang memakan daun dari tepi hingga tulang daun, meninggalkan gigitan tidak beraturan.
Pengendalian hama kenikir dapat dilakukan secara mekanis, biologis, dan kultur teknis. Untuk ulat, kumpulkan dan musnahkan daun yang menggulung secara manual. Kutu daun dapat disemprot dengan air sabun (1 sendok sabun cair per liter air) atau semprotan air bertekanan. Belalang dikendalikan dengan menanam tanaman perangkap seperti rumput gajah di sekitar bedengan. Hindari penggunaan pestisida kimia berlebihan agar tidak membunuh musuh alami seperti laba-laba dan kumbang predator.
Pencegahan lebih baik daripada mengobati. Lakukan rotasi tanaman dengan jenis sayuran lain (misal bayam atau kangkung) setiap musim tanam. Jaga kebersihan lahan dari gulma dan sisa tanaman. Tanam kenikir dengan jarak 20x20 cm agar tidak terlalu rapat. Jika serangan sudah parah, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi pestisida yang sesuai.