Untuk pertumbuhan vegetatif maksimal, nitrogen (N) sangat penting. Berikan pupuk kandang atau kompos matang sebanyak 10–15 ton per hektar atau 1–2 kg per meter persegi sebagai pupuk dasar sebelum tanam. Setelah tanam, lakukan pemupukan susulan setiap 1–2 minggu menggunakan pupuk organik cair atau NPK dengan perbandingan N tinggi (misal 15-10-10) dosis 2–3 gram per liter air, disiramkan ke tanah di sekitar perakaran.
Saat musim hujan, frekuensi pemupukan bisa ditingkatkan menjadi setiap 10 hari karena hara mudah tercuci. Namun kurangi dosis nitrogen pada fase akhir pertumbuhan (2 minggu sebelum panen) untuk menghindari akumulasi nitrat berlebih. Pada musim kemarau, pemupukan tetap rutin namun irigasi harus cukup agar pupuk terserap optimal. Aplikasi pupuk daun berbahan dasar rumput laut atau ekstrak ikan juga dapat membantu memperbaiki kualitas daun.
Hindari pemupukan berlebihan yang menyebabkan daun lunak, mudah terserang hama, dan rasa pahit. Lakukan pengocoran tanah (soil drench) pada pagi atau sore hari saat tanah lembab. Pantau pertumbuhan tanaman: jika daun menguning, tambahkan pupuk N; jika tepi daun coklat, kurangi pupuk dan perbaiki drainase. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk dosis pupuk kimia yang tepat sesuai hasil uji tanah.