Penyemaian benih dilakukan di tray atau polybag kecil selama 2–3 minggu. Setelah bibit memiliki 4–5 daun sejati, pindahkan ke lahan. Beri pupuk dasar kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 2–3 kg/m² seminggu sebelum tanam. Siram setiap hari pada pagi atau sore hari, hindari genangan. Mulsa jerami atau plastik hitam perak membantu menjaga kelembaban dan menekan gulma.
Pemupukan susulan dilakukan setiap 2 minggu dengan pupuk organik cair (urin sapi fermentasi atau ekstrak kompos) dengan dosis 1:10 (pupuk:air). Untuk pertumbuhan daun maksimal, beri pupuk kaya nitrogen seperti NPK 16-16-16 dengan dosis sesuai label, tetapi jangan berlebihan. Lakukan penyiangan setiap minggu dan periksa hama seperti ulat daun (Plutella xylostella) dan kutu daun; kendalikan dengan insektisida nabati (ekstrak mimba atau bawang putih).
Kale siap dipanen pada umur 55–70 hari setelah tanam. Petik daun bagian bawah terlebih dahulu, sisakan 5–6 daun pucuk untuk pertumbuhan lanjutan. Panen bisa dilakukan 3–4 kali dengan interval 1–2 minggu. Setelah panen terakhir, cabut tanaman dan olah tanah kembali. Dengan perawatan rutin, kale dapat menghasilkan daun segar untuk kebutuhan rumah tangga atau komersial skala kecil.