Ulat daun menimbulkan lubang tidak beraturan pada daun, bahkan bisa menggulung daun muda. Ciri khas: kotoran hitam kecil di permukaan daun. Kutu daun mengisap cairan daun sehingga daun mengeriting dan layu, serta menghasilkan embun madu yang memicu jamur jelaga. Belalang memakan daun dari tepi, meninggalkan bekas gigitan bergerigi. Pada serangan berat, tanaman bisa gundul.
Pengendalian hama kale sebaiknya dilakukan secara terpadu. Mulai dengan pencegahan: tanam varietas tahan, atur jarak tanam 30-40 cm agar sirkulasi udara baik, dan pasang mulsa plastik perak untuk menghalau kutu daun. Gunakan perangkap kuning berperekat untuk memonitor populasi hama. Lakukan penyemprotan dengan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau bawang putih setiap 3-5 hari jika populasi mulai meningkat.
Jika serangan sudah parah, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk mendapatkan rekomendasi pestisida kimia yang tepat. Ingat, jangan menggunakan pestisida kimia secara rutin karena dapat membunuh musuh alami seperti laba-laba dan kumbang koksi. Rotasi tanaman dengan jenis berbeda setiap musim juga membantu memutus siklus hama. Panen kale secara bertahap dengan memotong daun tua bagian bawah dapat mengurangi tempat persembunyian hama.